Hubungan Antara Tingkat Risiko Kehamilan dengan Kejadian Komplikasi Neonatal di RSUD Panembahan Senopati Bantul
RISKITA WULAN DWI M, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2019 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVKematian neonatal paling umum disebabkan oleh komplikasi neonatal. Penyebab komplikasi neonatal yaitu faktor endogen atau faktor yang diperoleh dari orang tuanya sejak konsepsi dan faktor eksogen yaitu faktor yang bertalian dengan lingkungan luar, serta dapat pula diakibatkan dari kurangnya kesadaran akan kesehatan ibu pada saat kehamilan. Sekitar 5-10% dari kehamilan termasuk kehamilan dengan risiko tinggi. Kehamilan risiko tinggi mengacu pada kehamilan yang disertai oleh faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian neonatal. Setengah dari kematian neonatal terjadi karena risiko tinggi kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat risiko kehamilan dengan kejadian komplikasi neonatal. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi target yaitu ibu dari bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul selama tahun 2018. Besar sampel 92 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dengan alat pengumpulan data Kartu Skor Poedji Rochjati. Penelitian ini dianalisis secara univariabel dan bivariabel dengan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (41,3%) memiliki tingkat risiko kehamilan tinggi (KRT) dan sebanyak 18 responden (19,6%) mengalami kelahiran premature. Hasil analisis bivariabel menunjukkan nilai p-value 0,030 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat risiko kehamilan dengan kejadian komplikasi neonatal dan nilai RP 4,870 (CI 95% 1,041-22,778) yang berarti secara statistik tingkat risiko kehamilan menunjukkan rasio prevalensi yang signifikan terhadap kejadian komplikasi neonatal berupa kelahiran prematur di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2018.
The most common cause of neonatal death is neonatal complications. Neonatal complications are caused by endogenous and exogenous factors. The endogenous factor is inherited from parents since the prenatal period, while the exogenous factor is caused by external influences and the lack of awareness of maternal health. Around 5-10% of pregnancies are considered high-risk pregnancies. High-risk pregnancy refers to a pregnancy which is accompanied by factors that can increase the risk of neonatal complications and death. Half of neonatal deaths occur due to a high risk of pregnancy. The aims is to determine the relationship between the level of pregnant women's risk with the incidence of neonatal complication. This study used cross sectional design. The population target is all of maternity in Panembahan Senopati Bantul District Hospital during 2018. The sampling was used simple random sampling as many as 92 respondents. Data obtained from medical records used Kartu Skor Poedji Rochjati. This analysis research was performed univariable and bivariable with Chi Square test. The result of the research showed that majority of respondents have a high level of pregnancy risk (KRT) as many as 38 (41,3%) respondents, while for respondents who have neonatal complication as many as 18 (19,6%) respondents. Bivariable analysis showed that p-value was 0,030, which means there was relationship between the level of pregnancy risk and neonatal complication and PR 4,870 (95% CI 1,041-22,778) according to statistics, the level of pregnancy risk showed significant prevalence ratio for neonatal complication.
Kata Kunci : tingkat risiko kehamilan, komplikasi neonatal, kematian neonatal