Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PENINGKATAN KONSUMSI DAGING SAPI DI INDONESIA MASA ORDE BARU

Neviya Arista Nanda, Baha'Uddin, M. Hum

2019 | Skripsi | S1 SEJARAH

Daging sapi merupakan bahan pangan yang banyak dijumpai di Indonesia namun memiliki keistimewaan bila dapat mengonsumsinya. Hal ini yang selalu tertanam dalam masyarakat Indonesia sejak zaman kolonial karena hanya kalangan Eropa dan Bangswan Pribumi yang bisa menikmati. Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto mencoba mengubah hal itu, membuat daging sapi menjadi makanan yang umum di kalangan masyarakat. Berbagai kebijakan dibuat dan dijalankan untuk mendukung program pangan ini berhasil. Beberapa aspek ikut mengalami perubahan sebagai dampak kebijakan ini, seperti peternakan sapi potong. Termasuk kemudian muncul daging sapi impor sebagai konsekuensi permintaan masyarakat yang mulai tak terbendung. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu proses pemerintah Orde Baru dalam mengubah pola makan masyarakat Indonesia yang selama ini lebih terpaku pada beras, dan membuat masyarakat menjadi terbiasa dengan hidangan daging sapi yang tersedia di meja makan tanpa harus menunggu peristiwa istimewa untuk menikmati. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil pencatatan dari BPS, Bank Indonesia dan juga berita yang dimuat dalam koran Kompas dan Harian Ekonomi Indonesia. Berdasarkan intepretasi yang dilakukan terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kebijakan peningkatan konsumsi daging sapi yang diakukan pemerintah Orde Baru dikatakan berhasil, namun dari segi kesiapan pemerintah dalam mengatur dan menyediakan komoditas, masih kurang sehingga impor daging harus dilakukan dan menutup kran ekspor sapi.

Beef is a food ingredient that�s often found in Indonesia, but has something special if it can be consumed. This can be occured in Indonesian society since colonial times because only Europe and the Indigenous Nobility can be enjoyed. The New Order under the leadership of President Soeharto tried to change that, making beef a common food among the people. Various policies are made and implemented to support a successful food program. Some aspects participate in this changes, such as beef cattle farming. Including then the presence of imported beef entering Indonesia as a result of the people's demand which began to be unstoppable. This study aims to find out the process of the New Order government in changing the diet of Indonesian people who have been more focused on rice, and make people more familiar with the beef dishes available at the dinner table without the need to wait special moment to enjoy. The data used in this study are the results of records from BPS, Bank Indonesia and also the news published in the Kompas newspaper and the Harian Ekonomi Indonesia newspaper. Based on the interpretation carried out on these data, it can be considered as an estimate of the increase in beef consumption by the New Order government which was approved successfully, but in terms of government readiness in the manage and supply of commodities is still can�t be said successfully, so imported needs to be done and cattle export was closed.

Kata Kunci : Daging sapi, Orde Baru, peternakan sapi potong, diversifikasi pangan.

  1. S1-2019-379787-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379787-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379787-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379787-title.pdf