Potensi Mataair untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
RIVAN AGUNG TRIAWAN, Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si.
2019 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANDesa Selopamioro merupakan desa yang didominasi oleh morfologi perbukitan. Mataair banyak terbentuk di beberapa lokasi karena adanya kontak antar batuan. Beberapa mataair tersebut juga digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas air mataair untuk irigasi di Desa Selopamioro, menganalisis kuantitas air mataair serta jumlah kebutuhan air irigasi dan menganalisis imbangan air antara ketersediaan air mataair dengan jumlah kebutuhan air irigasi di Desa Selopamioro. Metode yang digunakan adalah pengujian kualitas air untuk mengetahui nilai Persentase Natrium (Na%) dan Sodium Adsorption Ratio (SAR) serta penentuan imbangan air irigasi dengan selisih antara nilai debit mataair dengan jumlah kebutuhan air irigasi. Hasil pengujian kualitas air baik nilai Na% dan SAR menunjukkan bahwa 4 mataair yang digunakan dalam penelitian memiliki kualitas yang baik. Sebagian besar mataair memiliki debit kelas 4 Skala Meinzer. Hanya mataair Nawungan yang memiliki kelas 6. Nilai kebutuhan air irigasi mataair adalah sebagai berikut Cerme sebesar 288,73-1033,53 liter/detik; Nawungan sebesar 4,94-17,69 liter/detik; Patukan sebesar 18,52-66,29 liter/detik; serta Wonosari sebesar 12,05-43,15 liter/detik. Berdasarkan keadaan kuantitas air dan kebutuhan air irigasi, dapat disimpulkan bahwa hanya mataair Wonosari yang memiliki imbangan air irigasi positif terutama pada musim penghujan yaitu pada bulan Desember I-Maret I, April II, sedangkan pada musim kemarau hanya pada Mei I, Juli I dan September II. Kondisi yang demikian membuat hampir sebagian besar mataair masih belum mampu untuk mencukupi kebutuhan air irigasi dari lahan pertanian yang dialirinya.
Selopamioro is a village which dominated by hilly morphology. There were some springs because of rock contact. Some springs used for farm irrigation. The purposes of this research are analyzing spring water quality that used for irrigation, analyzing spring water's discharge and irrigation water requirement, and analyzing the water balance between spring's discharge and irrigation water requirement. The methods used for this research are water quality testing that used for knowing the value of Sodium Percentage (Na%) and Sodium Adsorption Ratio (SAR), meanwhile knowing the spring water balance using between the water discharge and irrigation water requirement. The results of spring water quality both Na% and SAR indicates all of the springs have good category. Most of springs discharge are in the class 4 of Meinzer Scale. Only Wonosari Spring which in the class 6. The values of irrigation water requirement are Cerme amounts 288.73-1033.53 liter/second; Nawungan amounts 4.94-17.69 liter/second; Patukan amounts 18.52-66.29 liter/second; and Wonosari amounts 12.05-43.15 liter/second. According to spring waters discharge and irrigation water requirement, the conclusion is only Wonosari Spring which has positive water balance especially on rainy season (December I-March I, April II), while on dry season only on May I, July I and September II. The spring water balance condition in Selopamioro has made almost springs are insufficient yet for irrigation use.
Kata Kunci : Mataair, Irigasi, Kualitas Air Irigasi, Kebutuhan Air Irigasi