KERUSAKAN BENIH BAWANG MERAH AKIBAT HAMA DAN PENYAKIT PADA BERBAGAI CARA PENYIMPANAN
SYAHRIANA, Dr. Suryanti, S.P., M.P;Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.;Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMANAbstrak Ketersediaan benih sehat merupakan salah satu kendala dalam budidaya bawang merah. Penggunaan umbi sebagai bahan tanam memerlukan masa penyimpanan untuk mematahkan masa dormansi. Tingkat kerusakan benih selama penyimpanan sangat dipengaruhi oleh cara penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara penyimpanan terhadap kerusakan benih bawang merah akibat serangan OPT. penelitian ini dilakukan dengan cara menyimpan benih dengan mengikutkan daunnya serta penyimpanan benih tanpa daun. Sebagai pembanding benih disimpan dengan perlakuan pestisida sebagai pelapis benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan pestisida mampu menekan kerusakan benih bawang merah akibat hama dan penyakit selama penyimpanan. Penyimpanan benih dengan mengikutkan daunnya mampu memperpanjang masa simpan dibandingkan dengan penyimpanan benih tanpa daun. Kata kunci : bawang merah, benih, kerusakan, penyimpanan
Abstract The availability of healthy seeds is one of the obstacles in the cultivation of shallots. The used of tubers as planting material requires a storage period to break the dormancy period. The level of seeds damaged during storage is strongly influenced by the method of storage. This study aimed to determine the effect of storage methods on damage to onion seeds due to OPT attacks. This research was carried out by storing seeds by including the leaves and storage of seeds without leaves. As a comparison seed is stored by treating pesticides as seed coatings. The results showed that the use of pesticides can reduce damage to onion seeds due to pests and diseases during storage. Storing seeds by including their leaves is able to extend their shelf life compared to storing seeds without leaves. Keywords : shallots, seeds, damage, storage
Kata Kunci : Bawang merah, benih, kerusakan, penyimpanan