HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUAGA DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA USIA 6-12 BULAN DI KABUPATEN KULON PROGO
WAHYU OKTOBRIANTO ADI NUGROHO, Dr. Toto Sudargo, SKM.,M.Kes; R.Dwi Budiningsari, SP, M.Kes, Ph.D
2019 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANWahyu Oktobrianto Adi N1, Toto Sudargo2,R.Dwibudiningsari3 INTISARI Latar Belakang : Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami balita di dunia saat ini. Khusus negara Indonesia, angka prevalensi stunting masih cukup tinggi walaupun sudah mengalami penurunan yang signifikan. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi stunting Indonesia berada pada angka 30,8 %. Berdasarkan standar WHO, untuk prevalensi stunting masuk kategori aman ketika prevalensi <20%. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya masalah stunting ini. Salah satu perilaku yang masuk dalam kategori pola asuh adalah praktik pemberian MP-ASI. Dukungan dari keluarga menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada ibu agar pelaksanaan pemberian MP-ASI dapat berjalan baik Tujuan : Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga yang mencakup dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan emosional dengan praktik pemberian MP-ASI pada balita usia 6-12 bulan di Kabupaten Kulon Progo. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita berusia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wates, Panjatan, dan Sentolo yaitu sebanyak 267 responden. Pengambilan sampling dilakukan dengan metode purposive sampling, sedangkan data untuk analisis dilakukan randomisasi. Teknik pengambilan data yaitu mengisi kuesioner dengan melakukan home visit atau pada saat kegiatan FGD di balai desa. Hasil : hasil penelitian dari 267 responden didapatkan p value beberapa diantaranya sebagai berikut, dukungan keluarga (0,018), dukungan informasional (0,009), dukungan penghargaan (0,035), dukungan instrumental (0,009), dan dukungan emosional (0,005). Berdasarkan hasil p value di atas dengan dengan acuan α kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dengan praktik pemberian MP-ASI. Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga yang mencakup dukungan informasional, penghargaan, instrumental, dan emosional dengan praktik Pemberian MP-ASI. Dukungan yang memiliki hubungan paling signifikan dan paling tinggi persentase pelaksanaannya adalah dukungan emosional, sedangkan dukungan yang paling kurang berdampak signifikan dan paling kecil persentase pelaksanaan nya adalah dukungan penghargaan. 1Mahasiswa S1 Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM 2Dosen Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM 3Dosen Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Mayarakat, dan Keperawatan UGM.
Wahyu Oktobrianto Adi N1, Toto Sudargo2, R. Dwibudiningsari3 ABSTRACT Background: Stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. In the case of Indonesia, the prevalence of stunting is still quite high despite a significant decline. According to the 2018 Riskesdas data, the prevalence of stunting in Indonesia is at 30.8%. Based on WHO standards, stunting prevalence is considered safe when the prevalence is <20%. Parenting style is one of the factors causing this stunting problem. One of the behaviors included in the parenting category is the practice of giving MP-ASI. Support from the family is one of the important factors that must be considered to be able to provide motivation and support to mothers so that the implementation of giving Complementary Food can run well. Aim: To find out the relationship between family support which includes informational support, appreciation support, instrumental support, and emotional support with the practice of giving MP-ASI to children aged 6-12 months in Kulon Progo Regency Method: This study used an observational analytic method with a cross sectional design. The population in this study were mothers who had toddlers aged 6-12 months in the working area of the Wates, Panjatan and Sentolo Public Health Centers (267 respondents). Sampling was done by purposive sampling method, while the data for analysis were randomized Data collection techniques are filling in the questionnaire by conducting a home visit or during FGD activities at the village hall. Result: The results of the study of 267 respondents found p values, including the following, family support (0.018), informational support (0.009), appreciation support (0.035), instrumental support (0.009), and emotional support (0.005). Based on the results of the p value above with a reference α of less than 0.05 indicates that there is a significant relationship with the practice of giving MP-ASI. Conclusion: There is a significant relationship between family support which includes informational, appreciation, instrumental, and emotional support with the practice of Providing Complementary Food. The support that has the most significant relationship and the highest percentage of its implementation is emotional support, while the support that has the least significant impact and the smallest percentage of its implementation is award support. 1Student Of Health Nutrition Program, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing UGM 2Lecturer of Department of Nutrition and Health, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing UGM 3Lecturer of Department of Nutrition and Health, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing UGM
Kata Kunci : Dukungan keluarga, Praktik Pemberian MP-ASI, Stunting/Family Support, Complementary Feeding Practices, Stunting