Laporkan Masalah

Identifikasi Karakter Morfologi dan Agronomi Penentu Kehampaan Malai Padi (Oryza sativa L.)

Lidwina Arum Meta Widyaningtias, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M. Sc.; Ir. Supriyanta, M.P.

2019 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Karakter morfologi dan agronomi seperti jumlah gabah per malai banyak, daun lebar, tipis, mendatar, dan cepat luruh, serta berumur genjah merupakan karakter penentu kehampaan gabah pada malai padi pada Padi Tipe Baru (PTB). Kehampaan gabah pada malai disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komponen-komponen morfologi padi untuk mengetahui penyebab kehampaan malai. Dua puluh satu padi kultivar dan varietas ditanam di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret hingga Agustus 2018 menggunakan rancangan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Selanjutnya dianalisis dengan analysis of covariance (Ancova) kemudian dilakukan analisis korelasi dan analisis lintas (path analysis). Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, kehampaan mampu mengurangi gabah isi sebesar 29.33%. Karakter morfologi dan agronomi yang menyebabkan kehampaan malai ini antara lain panjang daun bendera, anakan produktif, kepadatan malai dan gabah isi, hal ini berdasarkan analisis korelasi yang telah dilakukan. Karakter tersebut beragam secara genetik sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi menurunkan kehampaan. Aksesi nomor 91 atau Q hitam dan 23 atau UGM*2 memiliki kehampaan rendah masing-masing sebesar 9.68% dan 9.92%, bersifat homogen homozigot dapat digunakan sebagai tetua persilangan sehingga pada akhirnya hasil bisa ditingkatkan dengan menurunkan kehampaan.

Morphological and agronomical characters such as a lot of the number of grains per panicle, such as wide, thin, horizontal, and fast decaying leaves, and early maturity are the determinants of grain emptiness in rice panicles in New Type of Rice (NTR). Emptiness in panicles is caused by genetic and environmental factors. The purpose of this study was to identify the morphological components of rice to determine the cause of panicle emptiness. Twenty-one rice cultivar and variety was planted at the Universitas Gadjah Mada Agro Technology Innovation Center (PIAT) in Kalitirto, Berbah, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta from March to August 2018 using a Randomized Block Group Design (RCBD) with three replications. Furthermore, it was analyzed by analysis of covariance (ANCOVA) followed by correlation analysis and path analysis. Based on experiments that have been carried out, the emptiness could reduce grain filled by 29.33%. This due to morphology and agronomy characters that cause the panicle emptiness include flag leaf length, productive tillers, panicle density and grain content, this is based on correlation analysis that has been done. These characters are genetically diverse so that they can be used as selection criteria to reduce emptiness. Accession number 91 or black Q and 23 or UGM * 2 has a low voidness of 9.68% and 9.92% respectively, homogeneous homozygous can be used as crossing parents so that in the end the results can be increased by decreasing voidness.

Kata Kunci : padi, kehampaan malai, morfologi, agronomi.

  1. S1_2019_378175_Abstract.pdf  
  2. S1_2019_378175_Bibliography.pdf  
  3. S1_2019_378175_TableOfContent.pdf  
  4. S1_2019_378175_Title.pdf