TANGGAPAN PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA (Brassica narinosa Bailey) PADA MEDIA TANAM COCOPEAT DENGAN TARAF TAKARAN NUTRISI
MARKUS ABDHI P, Dr.Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 AGRONOMISayuran sawi pagoda merupakan hasil dari sektor pertanian yang memiliki bentuk unik dan khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh manusia. Manfaat dan keunikan pada sayuran jenis sawi pagoda ini menjadi alasan tanaman ini berpotensi menjadi alternatif bagi sawi pakcoy dan sawi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa Bailey). Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix berkonsentrasi 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm pada tanaman sawi pagoda. Penelitian dilakukan menggunakan metode rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan empat (4) perlakuan dan dilakukan tiga (3) kali pengulangan. Tanaman sawi pagoda ditanam pada media tanam cocopeat pada polybag. Pemberian nutrisi dilakukan sebanyak dua (2) kali sehari, penyiraman setiap hari sampai tanaman berumur 49 hari. Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan taraf kepercayaan 95%, jika terdapat data yang signifikan akan diuji lanjut menggunakan uji lanjut HSD Tukey (alpha= 5%). Pertumbuhan panjang batang, diameter batang, dan jumlah daun pada akhir pengamatan (7 mst) menunjukkan alur pertumbuhan yang mirip dengan ukuran yang tidak berbeda jauh pada konsentrasi 500-2000 ppm. Konsentrasi nutrisi 1000 ppm sudah mampu memberikan pertumbuhan yang sesuai dalam pembentukan hasil sawi pagoda yang tinggi dan efisien (input produksi) dengan rata-rata bobot ekonomis sebesar 216,13 gram per tanaman. Nutrisi 1000 ppm dapat menyuplai energi berupa asimilat bagi tanaman dengan nilai tertinggi yang ditandai dengan tingginya nilai laju asimilasi bersih tanaman pada minggu kelima sampai keenam. Jumlah asimilat yang dihasilkan pada daun diikuti laju pertumbuhan nisbi tanaman yang tinggi, yang kemudian memacu peningkatan ukuran tajuk (diameter batang, jumlah daun, dan luas daun) sawi pagoda sehingga tercipta bobot ekonomis tertinggi.
Pagoda mustard was an agricultural plant that had an unic form and lot of efficiacy to the human health. The benefits and the uniqueness of pagoda mustard made this plant being potential for consumed in order making an alternative consumtion of green mustard and pakchoy. The research aimed to obtain the appropriate nutritional concentrations for the growth and yield of Pagoda Mustard crops (Brassica narinosa Bailey). The research was arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) with four treatments i.e. AB Mix nutrition concentrating 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, and 2000 ppm. Each treatments was replicated in three blocks as replications. The Pagoda Mustard was planted in polybag with cocopeat planting media. The Nutrition was given two times in a day until the plant reach 49 days aged. The result data was analyzed using a variance analysis (anova) with 95% trust confidence. The significant data was tested using the advanced test of HSD Tukey (alpha = 5%).The observation in the end of plant's day (7 weeks after planting) showed similar growth trend of the stem length, the diameter of the stem, and the number of leaves among 500 ppm - 2000 ppm concentration.The results of this research concluded that the concentration of 1000 ppm had been able to provide suitably growth in order to obtained high and efficient (production input) pagoda mustard yield with an average economic weight of 216.13 grams per plant. 1000 ppm nutrition supplied the highest energy for plants in form of assimilates, which has been followed by the high value of the plant's net assimilation rate at the fifth to sixth week. The amount of assimilates thathad been produced in the leaves followed by high plant growth rate increasing the diameter of the stem, number of leaves, and leaf area that obtained the highest economic mass of pagoda mustard.
Kata Kunci : Brassica narinosa, konsentrasi nutrisi, ppm