Laporkan Masalah

KEDALAMAN OPTIMAL PEMENDAMAN BUAH SALAK TERSERANG LALAT BUAH Bactrocera dorsalis UNTUK MENCEGAH KEMUNCULAN IMAGO

Ristina Dwi Yuliansari, Dr. Suputa, S.P., M.P.

2019 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

Salak merupakan salah satu buah asli Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Seiring dengan meningkatnya produktivitas tanaman, terdapat gangguan yaitu serangan lalat buah hama Bactrocera dorsalis. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pengendalian berdasarkan adaptasi ekologis dan fisiologis dari lalat buah tersebut. Sanitasi merupakan pengendalian yang efisien untuk memutus siklus hidup lalat buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman optimal pemendaman buah salak terserang B. dorsalis dalam mencegah kemunculan imago. Penelitian ini dilaksanakan di lahan salak petani di Desa Merdikorejo, Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Metode yang dilakukan meliputi pengambilan sampel salak busuk terserang B. dorsalis kemudian memasukkan salak busuk dipendam ke dalam pipa PVC menggunakan tanah. Metode yang dilakukan di rumah kaca meliputi pengambilan pupa lalat buah kemudian dipendam ke dalam pipa PVC menggunakan tanah steril. Parameter yang digunakan adalah jumlah B. dorsalis yang berhasil muncul dan perubahan suhu dan kelembapan tanah. Setelah diperoleh hasil kemudian dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan α=5% dan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kedalaman 100 cm menunjukkan beda nyata dengan kontrol sedalam 3 cm. Sedangkan hasil di rumah kaca menunjukkan tidak ada lalat buah yang muncul di setiap kedalaman.

Salak is one of the original fruits of Indonesia which has the potential to be developed as an export commodity. Along with the increased productivity of plants, there is a disruption in the farm the attack of the fruit fly Bactrocera dorsalis. Therefore a control strategy based on ecological and physiological adaptations of the fruit fly is needed. Sanitation is an efficient control to break the life cycle of fruit flies. This study aims to determine the optimal depth of salak fruit buried of B. dorsalis for imago emerging prevention. This research was carried out in the salak farmer's land in Merdikorejo Village, Turi, Sleman Regency, Yogyakarta. The design used in this study was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments and five replications. The method used involves taking samples of rotten salak stricken with B. dorsalis then putting rotting bark to be buried in a PVC pipes using soil. The method used in the greenhouse involves taking fruit fly pupae and then they were buried in PVC pipes using sterile soil. The parameters used are the number of B. dorsalis that successfully emerged and changes in soil temperature and humidity. After obtaining the results, further tests were carried out with Duncan Multiple Range Test (DMRT) with α = 5% and the results obtained showed that the depth of 100 cm showed a significant difference with controls which are as deep as 3 cm. Whereas the results in the greenhouse show no fruit flies appearing at any depth.

Kata Kunci : Salak, lalat buah Bactrocera dorsalis, sanitasi, kedalaman

  1. S1-2019-379686-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379686-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379686-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2019-379686-title.pdf