Laporkan Masalah

KOLABORASI ANTAR-PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM MEWUJUDKAN PROGRAM SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT DI DESA WISATA PULESARI, WONOKERTO, TURI, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LAVIEHANA DWI KURNIANTO, R. Ruchitarahma Ristiawan, S.Par., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Pada tahun 2016, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia meresmikan program Sustainable Tourism Development kurung buka STDev kurung tutup. Program STDev ini mengadopsi konsep pariwisata berkelanjutan dan beberapa indikator yang telah disusun oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Di tahap penerapan awal, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menunjuk 20 destinasi pariwisata sebagai destinasi percontohan untuk program STDev. Salah satunya berada di Kabupaten Sleman yaitu bertempat di Desa Wisata Pulesari. Inti dari program ini adalah untuk mengenalkan dan menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai model pengelolaan sebuah destinasi. Tentu saja untuk mewujudkan tujuan tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada satu pemangku kepentingan saja, melainkan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Pulesari harus turut andil dan berkolaborasi satu sama lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat untuk mewujudkan program STDev di Desa Wisata Pulesari. Idealnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan berjalan melalui tiga tahapan. Tahapan penentuan masalah, tahap penentuan arah, dan tahap penguatan hubungan/ implementasi. Dalam prosesnya terdapat lima komponen yang dapat menyukseskan jalannya sebuah kolaborasi yaitu, dialog antar-muka/ langsung, membangun kepercayaan, komitmen pada proses, pemahaman bersama, dan dampak sementara. Pengumupulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada pemangku kepentingan terkait dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi yang telah terjalin masih belum berjalan dengan ideal. Hal ini dikarenakan terdapat pemangku kepentingan yang lebih dominan daripada pemangku kepentingan yang lain sehingga kinerja dari pemangku kepentingan tersebut mempengaruhi kinerja pemangku kepentingan yang lain. Selain itu, minimnya keterlibatan masyarakat Dusun Pulesari dalam tahap perencanaan juga berdampak pada rasa memiliki masyarakat terhadap program STDev yang kemudian juga mempengaruhi keberlanjutan dari program STDev di Desa Wisata Pulesari.

In 2016, the Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia inaugurated the Sustainable Tourism Development program (STDev). The STDev program refers to the concept of sustainable tourism and several indicators developed by the Global Sustainable Tourism Council (GSTC). They select 20 tourist destinations as a pilot project for the STDev program. One of them is in Sleman Regency which is located in Desa Wisata Pulesari. The core of this program is to introduce and make sustainable tourism as a development model. This objective can not be finished by only one stakeholder, but it can be a success if all the stakeholders are involved and work together. They must contribute and collaborate with each other. This study aims at identifying the collaboration process that carried out by all stakeholders to realize the "STDev" program in Desa Wisata Pulesari. Ideally, a collaboration between stakeholders goes through three stages, that are problem-setting, direction-setting, and structuring relationship/ implementation. In the process, there are five components that can make the path successful, direct/face-to-face dialogue, trust-building, commitment to the process, mutual understanding, and temporarily emerging. The data collected through interviewing several stakeholders involved in the STDev program and using participatory-observations in Dusun Pulesari. The results showed that the collaborative process that had existed was still not running well. This relates to some stakeholders that are more dominant than other stakeholders. The lack of community participation in the planning process also affects the community's sense of belonging to the STDev program and also influences the sustainability of the STDev program in Desa Wisata Pulesari.

Kata Kunci : Kata kunci : Sustainable Tourism Development, kolaborasi, pemangku kepentingan

  1. S1-2019-383946-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383946-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383946-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383946-title.pdf