Laporkan Masalah

Analisis Perubahan Intervensi Prancis di Republik Afrika Tengah pada Tahun 1990-an melalui Perspektif Konstruktivisme

Keval Diovanza Hendri, Dr. Diah Kusumaningrum, S.IP., M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Pada tahun 1990-an terjadi perubahan kebijakan intervensi yang diterapkan Prancis di negara Republik Afrika Tengah. Kondisi ini ditengarai oleh hadirnya tantangan yang menghambat intervensi tradisional di tahun tersebut, yakni berakhirnya Perang Dingin, penyebaran demokrasi, pandangan negatif terhadap intervensi tradisional dan tekanan keadaan ekonomi Prancis. Tindakan perubahan, berdasarkan konstruktivisme, muncul sebagai respon untuk mempertahankan identitas France Grandeur dari tantangan-tantangan tersebut, yang diinisiasi dengan pengubahan makna terhadap ide itu sendiri, sebagai fokus kebijakan luar negeri Prancis, di sebelum dan sesudah tahun 1990-an. Sebelum tahun 1990-an, ide ini lebih dimaknai sebagai sebuah tujuan yang harus diwujudkan dalam mengembalikan keagungan Prancis di dunia internasional. Sedangkan, pasca 1990-an, pemaknaan ini cenderung diwarnai sebagai upaya mempertahankan status dan identitas Grandeur yang telah didapatkan Prancis di masa sebelumnya. Dampaknya, kebijakan intervensi yang dihasilkan pun menjadi berbeda dan berubah ke bentuk yang lebih adaptif dan tidak seagresif sebelum tahun 1990-an.

In the 1990s, French intervention policy in the Central African Republic has been changed. This condition was caused by some challenges that obstructed the French traditional intervention in Central African Republic, namely the end of the Cold War, the spread of democracy, negative views on the traditional intervention and the pressure from French economic situation. These changes, based on constructivism, emerged as a response to defend the France Grandeur identity from these challenges, which was initiated by alteration of the meaning of the idea itself, as the focus of French foreign policy, before and after the 1990s. Before the 1990s, this idea was interpreted as a goal that must be realized in restoring the France's greatness in the international world. Meanwhile, in the post-1990s, this interpretation tends to be seen as an effort to maintain the status and identity of Grandeur that had been obtained by France before. As a result, the intervention policy became different and changed to be more adaptive and less aggressive than before the 1990s.

Kata Kunci : Intervensi Prancis, Republik Afrika Tengah, France Grandeur, konstruktivisme, 1990-an

  1. S1-2019-378620-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378620-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378620-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378620-title.pdf