Laporkan Masalah

PENILAIAN KUANTITATIF KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KABUPATEN BANTUL, D. I. YOGYAKARTA

CATUR SETYA DEDI PAMUNGKAS, Dr. Ngadisih, STP, M.Sc;Chandra Setyawan, STP. M.Eng

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian lahan untuk budidaya kakao di Kabupaten Bantul dan mengetahui sebaran kesesuaian lahan untuk tanaman kakao di Kabupaten Bantul. Pada penelitian ini evaluasi lahan untuk budidaya kakao dilakukan dengan skala regional (Kabupaten Bantul) menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Parameter yang digunakan untuk evaluasi lahan skala regional yaitu curah hujan, suhu, jenis tanah, penggunaan lahan dan kemiringan lereng menggunakan analisis spasial melalui ArcGIS dengan jenis penggunaan lahan belukar/semak, rumput, kebun, tegalan, dan sawah tadah hujan. Luas peggunaan lahan yang digunakan untuk evaluasi seluas 12.446 Ha atau sekitar 24,2% dari total luas wilayah Kabupaten Bantul. Hasil evaluasi lahan skala Kabupaten Bantul diperoleh 4 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 45,24 % atau 5.606,51 (ha); kelas S2 sebesar 13.32 % atau 1.650,08 (ha); pada kelas lahan S3 sebesar 40.76 % atau 5.050 (ha) dan untuk kelas N, tidak sesuai sebesar 0.68 % atau 83,99 (ha).

The purpose of this research was to evaluate suitability of land for cocoa (Theobroma cacao L.) plantation in Bantul Regency and to find out the distribution of land evalution in Bantul Regency. In this study, the evaluation of land for cocoa farming was performed by using Analytical Hierarchy Process. The parameters used for regional evaluation were rainfall, temperature, type of soil, land use, and slope analyzed by ArcGIS. The coverage area of land for the analysis was 12.390 Ha or about 24,2 % of the total area of Bantul Regency. The Result of land evaluation in Bantul Regency for cocoa was obtained 4 classes, i.e class of S1 (very suitable) was 45,24 % or 5.606,51 (ha); class of S2 (moderate) was 13.32 % or 1.650,08 (ha); class of S3 (marginal) was 40.76 % or 5.050 (ha) and class of N (not suitable) was 0.68 % or 83,99 (ha).

Kata Kunci : analytical hierarchy process, GIS, kakao, penilaian kesesuaian lahan, penilaian kuantitatif

  1. S1-2019-312388-abstract.pdf  
  2. S1-2019-312388-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-312388-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-312388-title.pdf