Laporkan Masalah

KUBE Jasa atau E-Warong Program Keluarga Harapan Sebagai Upaya Pemberdayaan Rumah Tangga Miskin (Studi di Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta)

Anggi Yul Kurnia, Drs. Suparjan, M. Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Di Indonesia pada tahun 2017 BPS mencatat sebanyak 26,58 juta orang masuk ke dalam penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan atau sebesar 10,12% penduduk di Indonesia adalah penduduk miskin. Salah satu program pengentasan kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini kemudian dimodifikasi dan bertujuan untuk mengupayakan pengentasan kemiskinan dengan melalui strategi pemberdayaan. Tidak hanya berupaya membangun pemberdayaan masyarakat tetapi juga memberikan pelayanan bantuan tunai dan non tunai melalui e-warong KUBE-PKH. E-Warong KUBE-PKH dihadirkan sebagai fasilitas pelayanan penyaluran bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi pemberdayaan yang dilakukan e-warong KUBE-PKH dan mengetahui manfaat program serta perubahan yang terjadi di dalam masyarakat setelah adanya program e-warong KUBE-PKH. Perspektif teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah dengan teori implementasi kebijakan Grindle. Menurutnya suatu kebijakan dapat dinyatakan berhasil apabila dapat mencakup isi kebijakan dan implementasi di lingkungan. Isi kebijakan dapat berupa manfaat maupun sejauhmana isi kebijakan dapat memuat kepentingan kelompok sasaran. Selain itu, perubahan yang diinginkan dapat terjadi setelah adanya e-warong KUBE-PKH. Penelitian ini berfokus terhadap pelaksanaan e-warong KUBE-PKH Kecamatan Tegalrejo sebagai solusi pengentasan kemiskinan. Hal ini dikarenakan Kecamatan Tegalrejo yang merupakan kecamatan dengan penduduk miskin terbanyak setelah Kecamatan Umbulharjo dan masuk ke dalam kantong kemiskinan Kota Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian diuji dengan teknik triangulasi. Upaya pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan melalui strategi pemberdayaan e-warong KUBE-PKH belum mampu dilaksanakan dengan semestinya. Hal ini karena e-warong pada saat ini hanya sebatas fasilitas untuk mempermudah penyaluran bantuan. Pengelola e-warong KUBE-PKH yang merasakan langsung manfaat terhadap pelayanan e-warong yang diberikan hanya memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan. Sedangkan untuk penerima manfaat lainnya hanya menerima manfaat terhadap penyaluran bantuan. Namun, pelayanan yang diberikan belum seluruhnya dapat digunakan oleh KPM karena terhalang oleh dana. Disisi lain, pelayanan yang sudah mampu diberikan adalah penyaluran BPNT akan tetapi pelayanan ini juga terkendala oleh sistem pada bank. Adanya e-warong membuat perubahan terhadap penyaluran bantuan dan kemampuan pengelola e-warong.

Poverty is one of the problems faced by the Indonesian people. In Indonesia at 2017 BPS recorded 26.58 million people entered the population with per capita expenditure per month below the Poverty Line or 10.12% of the population in Indonesia are poor. One of the poverty alleviation programs is Program Keluarga Harapan (PKH). This program was then modified and aimed at striving to alleviate poverty through empowerment strategies. Not only trying to build community empowerment but cash and non-cash assistance services through e-warong KUBE-PKH. E-warong KUBE-PKH was presented as an aid distribution service facility. The purpose of this study was to find out the empowerment strategy carried out by e-warong KUBE-PKH and to know the benefits of the program and the changes that occurred in the community. The theoretical perspective used to analyzing this research is the theory of Grindle policy implementation. According to Grindle a policy can be declared successful if it can cover the contents of policy and context of implementation. The contents of policy can be either benefits or the extent to which the contents of the policy can contain the interests of the target group. In addition, the desired changes can occur after the e-warong KUBE-PKH. This research focuses on the implementation of the e-warong KUBE-PKH at Kecamatan Tegalrejo as a solution to poverty alleviation. This is because Kecamatan Tegalrejo which is the district with the most poor population after the Kecamatan Umbulharjo and into the pocket of poverty in the city of Yogyakarta. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach. Data collection methods used were interviews, observation and documentation which were then tested using triangulation techniques. Poverty alleviation efforts implemented through the e-warong KUBE-PKH empowerment strategy have not been able to be implemented properly. This is because e-warong is currently to facilitate the distribution of aid. E-warong KUBE-PKH managers who directly benefit from the e-warong services provided only have an impact on increasing revenue. Whereas the other beneficiaries only receive benefits from the distribution of aid. However, the services provided cannot be fully used by benefit recipients because it is blocked by funds. On the other hand, the service that has been able to be provided is BPNT distribution but this service is also constrained by the system at the bank. The existence of e-warong makes changes to the distribution of aid and the ability of e-warong managers.

Kata Kunci : Pemberdayaan, E-Warong KUBE-PKH, Pengentasan Kemiskinan

  1. S1-2019-378656-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378656-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378656-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378656-title.pdf