Laporkan Masalah

MINERALISASI DAN NITRIFIKASI NITROGEN INKUBASI ANAEROB TANAH SAWAH DAN TEGALAN PADA INCEPTISOL SLEMAN

AJI SYAHRUROJI, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.; Dr. Ir. Eko Hanudin, M.S.

2019 | Skripsi | S1 ILMU TANAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pola mineralisasi dan nitrifikasi, dan mengkaji pengaruh karakteristik fisika-kimia Inceptisol di lahan sawah dan tegalan terhadap hasil rata-rata mineralisasi NH4+ dan nitrifikasi NO3- selama 10 minggu inkubasi anaerob dengan suhu 25 °C. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode simple random sampling dan composite sampling dengan kedalam 0-20 cm pada Inceptisol lahan sawah dan tegalan di Kecamatan Kalasan, Ngemplak, Pakem, dan Cangkringan. Hasil penelitian menunjukkan pola mineralisasi NH4+ pada lahan sawah mengalami peningkatan kadar NH4+ yang bervariasi mulai dari 4 sampai 8 minggu, sedangkan pola mineralisasi NH4+ pada lahan tegalan menunjukkan peningkatan kadar NH4+ lebih rendah dari lahan sawah dan membentuk pola yang seragam hanya dari 4 sampai 6 minggu, selanjutnya kadar NH4+ menurun sampai minggu ke 10 inkubasi. Pola nitrifikasi NO3- lahan sawah dan tegalan menunjukkan pola kurva yang sama, yaitu terus mengalami penurunan kadar NO3- dari 2 sampai minggu ke 10 inkubasi. Hasil analisis regresi dari korelasi fisik-kimia tanah Inceptisol di lahan sawah menunjukkan bahwa nilai KPK, bahan organik tanah, total nitrogen, tanah liat, debu, dan pasir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil rata-rata mineralisasi NH4+ dan Nitrifikasi NO3-. Sedangkan di lahan tegalan bahwa nilai KPK, bahan organik tanah, nitrogen total, debu, dan pasir memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil rata-rata mineralisasi NH4+ dan nitrifikasi NO3- selama 10 minggu inkubasi anaerob.

This study aims to observe patterns of mineralization and nitrification, and examine the effect of the physical-chemical characteristics of Inceptisol in paddy fields and dry fields on the average yield of NH4+ mineralization and NO3- nitrification for 10 weeks of anaerobic incubation at 25 °C. Soil sampling using simple random sampling and composite sampling methods with 0-20 cm deep in Inceptisol paddy fields and dry fields in Kalasan, Ngemplak, Pakem, and Cangkringan Districts. The results showed that the pattern of NH4+ mineralization in paddy fields increased levels of NH4+ varying from 4 to 8 weeks, whereas the pattern of NH4+ mineralization in dry fields showed an increase in NH4+ levels lower than paddy fields and formed a uniform pattern of only 4 to 6 weeks, furthermore NH4+ decreases until the 10th week of incubation. The nitrification pattern of NO3- paddy fields and dry fields shows the same curve pattern, which is continuously decreasing NO3- levels from 2 to 10 weeks of incubation. The results of the regression analysis of the physical-chemical correlation of Inceptisol soil in paddy fields showed that the KPK value, soil organic matter, total nitrogen, clay, dust, and sand had a significant effect on the average yield of NH4+ mineralization and NO3- nitrification. Whereas in dry fields that KPK values, soil organic matter, total nitrogen, dust, and sand have a significant effect on the average yield of NH4+ mineralization and NO3- nitrification for 10 weeks of anaerobic incubation.

Kata Kunci : mineralisasi, nitrifikasi, sawah, tegalan

  1. S1-2019-368040-abstract.pdf  
  2. S1-2019-368040-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-368040-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-368040-title.pdf