Laporkan Masalah

Analisis Digital Citra Landsat Untuk Identifikasi Perkembangan Lahan Terbangun Akibat Pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan Jawa di Sebagian Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Alfian Hedy Ramadhan , Drs.Zuharnen,M.S.

2019 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Infrastruktur baru dan berkembang seperti jalan menyebabkan adanya suatu dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak yang dapat dianalisis adalah dampak dari perkembangan lahan terbangun di sekitar jalan, maka dari itu perlu adanya metode yang dapat digunakan untuk menganalisis hal tersebut. Teknologi yang dapat digunakan adalah pemetaan yang dapat dilakukan dengan menggunakan citra Landsat yang memiliki keunggulan dalam analisis waktu atau sering disebut spasio-temporal. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan penutup lahan berupa lahan terbangun dan non terbangun serta mengetahui perkembangan lahan terbangun. Analisis dilakukan di sekitar yang dibatasi oleh batas administrasi kecamatan agar mengetahui pengaruh pengembangan jalur jalan lintas selatan terhadap perkembangan lahan terbangunnya. Perubahan lahan terbangun merupakan salah satu indikator utama dan indikator fisik dalam analisis perkembangan suatu wilayah, oleh karena itu dalam penelitian ini akan diketahuai dan dianalisis mengenai dampak dari pengembangan dari JJLS terhadap perubahan lahan terbangun di sekitar jalan tersebut. Metode klasifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Maximum Likelihood yang digunakan untuk mengkelaskan citra Landsat 7 TM dan Landsat 8 OLI dengan waktu perekaman yang berbeda yaitu pada tahun 2002, 2011, dan 2018. Hasil klasifikasi digunakan untuk mengetahui perkembangan lahan terbangun dengan overlay peta ketiga tahun tersebut untuk diketahui secara spasial maupun statistik perubahan penutup lahan. Metode yang digunakan untuk analisis dampak pengembangan menggunakan RCI dan buffer jalan sebesar 100, 200, dan 300 meter. Berdasarkan hasil penelitian, pada daerah penelitian didominasi oleh lahan non terbangun yaitu tahun 2002 seluas 62.052,6 Ha dan lahan terbangun seluas 3.302,3 Ha. Pada tahun 2011 lahan non terbangun seluas 60.927,8 Ha dan lahan terbangun seluas 4.4271,1 Ha. Pada Tahun 2018 lahan non terbangun seluas 56.953,1 Ha dan lahan terbangun seluas 8.401,7 Ha. Perubahan lahan terbangun dominan terjadi pada tahun 2011-2018 dengan luas perubahan sebesar 1474.2 Ha dan luas perubahan pada tahun 2011-2018 seluas 6260.63 Ha. Adanya perkembangan jalur jalan lintas selatan jawa mempengaruhi perkembangan lahan terbangun di daerah sekitar jalan. Perubahan yang terjadi ditunjukan dengan semakin menjauh dari jalan luas lahan terbangun yang ada semakin berkurang dan intesitas perubahan menunjukkan intensitas yang dominan sedang hingga tinggi.

New and developing infrastructure such as roads causes an impact, both positive and negative. One of the impacts that can be analyzed is the impact of the development of the built land around the road, and therefore the need for methods that can be used to analyze this. The technology that can be used is mapping that can be done using Landsat imagery which has advantages in time analysis or often called spasio-temporal. The purpose of this study is to map land cover in the form of built and non-built land and to know the development of built-up land. The analysis was carried out around those bounded by the administrative boundaries of the sub-district in order to determine the effect of the development of the southern crossing lane on the development of the built-up land. Built-up land growth are one of the main indicators and physical indicators in the analysis of the development of an area, therefore in this study will be known and analyzed the impact of the development of the JJLS on changes in land built around the road. The classification method used in this study is Maximum Likelihood which is used to explain Landsat 7 TM and Landsat 8 OLI imagery with different recording times, namely in 2002, 2011, and 2018. The classification results are used to determine the development of built land with a map overlay in the third year This is to be known spatially and statistically of changes in land cover. The method used for the development impact analysis uses RCI and road buffers of 100, 200 and 300 meters. Based on the results of the study, the study area was dominated by non-built land, which was in 2002 covering an area of 62,052.6 hectares and constructed land of 3,302.3 hectares. In 2011, the non-built land was 60,927.8 hectares and built land was 4,4271.1 hectares. In 2018 non-built land was 56,953.1 ha and built land was 8,401.7 ha. Constructed land changes predominantly occurred in 2011-2018 with an area of change of 1474.2 Ha and the extent of changes in 2011-2018 covering an area of 6260.63 Ha. The location of the dominant built-up land is around the main road. The development of the southern Java road lane influences the development of land built in the area around the road. Changes that occur are shown by getting away from the road the existing built up area decreases and the intensity of change shows the dominant medium to high intensity.

Kata Kunci : lahan terbangun, infrastruktur, citra Landsat, Maximum Likelihood