Laporkan Masalah

The Role of Fiscal and Monetary Policies in Macroeconomic Fluctuations: Case of Indonesia 2007-2018

ANNISA RAHMAWATI, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dari kebijakan fiskal dan moneter pada fluktuasi perekonomian Indonesia periode 2007-2018. Model regresi dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dan sesudah 2015 untuk melihat perubahan pada dampak kebijakan fiskal dan moneter terhadap perekonomian yang disebabkan oleh perubahan pada pertumbuhan GDP dan inflasi serta reformasi kebijakan fiskal pada tahun 2015. Metode analisis data yang digunakan adalah metode SVAR menggunakan data sekunder yang diambil dari CEIC, FRED, dan Kementerian Keuangan RI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) efek kejutan pengeluaran pemerintah menjadi dominan daripada efek tingkat suku bunga dalam mempengaruhi variasi tingkat inflasi setelah tahun 2015, (2) variasi tingkat produksi lebih dipengaruhi oleh kejutan pada kebijakan fiskal dibandingkan kebijakan moneter dalam kurun waktu 2007-2018, (3) kejutan pada pengeluaran pemerintah akan meningkatkan pengeluaran pemerintah, produksi, inflasi, dan suku bunga pada kedua periode, sedangkan penerimaan pajak menjadi lebih rendah sebelum 2015 dan lebih tinggi setelah 2015, (4) kejutan pada penerimaan pajak akan meningkatkan penerimaan pajak, pengeluaran pemerintah, dan suku bunga, dan menurunkan tingkat produksi pada kedua periode, sedangkan inflasi menjadi lebih rendah setelah 2015 dan tinggi sebelum 2015, dan (5) kejutan pada tingkat suku bunga akan diikuti oleh kenaikan tingkat suku bunga, dan penurunan penerimaan pajak dan pengeluaran pemerintah pada kedua periode.

The purpose of this research is to examine the contribution of fiscal and monetary policy to economic fluctuations of Indonesia during 2007-2018. The regression model in this research is divided into two periods, which are pre- and post-2015 to capture the difference in both policies impacts on the economy due to the structural break in output growth and prices, and fiscal reforms in 2015. The data analysis method used in this research is SVAR methodology, using secondary data taken from CEIC, FRED, and Ministry of Finance Indonesia. The results can be summarized as follows: (1) government spending shock has a greater influence on inflation variation than interest rate after 2015, (2) output variation is more influenced by fiscal policy shock than monetary policy shock during 2007-2018, (3) government spending shock will increase government spending, output, inflation, and interest rate for both periods, and it will decrease tax revenue before 2015 and increase tax revenue after 2015, (4) tax revenue shock will rise tax revenue, government spending, and interest rate, and reduce the level of output for both periods, while the shock will increase inflation before 2015 and decrease inflation after 2015, and (5) interest rate shock will be followed by an increase in interest rate, and a decrease in tax revenue and government spending for both periods.

Kata Kunci : fiscal, monetary, output, inflation, SVAR, Indonesia

  1. S1-2019-381755-abstract.pdf  
  2. S1-2019-381755-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-381755-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-381755-title.pdf