Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA PLEIADES DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK MENILAI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DESA NOGOTIRTO DAN DESA BANYURADEN

FARADIKA ALVIAN R, Dr. Prima Widayani, M.Si.

2019 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan perubahan penggunaan lahan, terutama penggunaan lahan untuk permukiman. Tidak terkontrolnya permukiman yang semakin bertambah menimbulkan permukiman kumuh, sehingga kualitas permukiman menjadi menurun. Pemetaan kualitas lingkungan permukiman dilakukan pada daerah sub urban yaitu Desa Nogotirto dan Desa Banyuraden yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi di Kecamatan Gamping. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan penginderaan jauh dari Citra Pleiades untuk menyadap parameter kualitas lingkungan permukiman, memetakan kualitas lingkungan permukiman menggunakan metode analisis kuantitatif berjenjang tertimbang, dan mengetahui pola persebaran tiap kelas kualitas lingkungan permukiman. Pemetaan kualitas lingkungan permukiman menggunakan parameter fisik lingkungan permukiman yang didapat dari interpretasi visual Citra Pleiades yang meliputi kepadatan rumah, lebar jalan, kondisi jalan, lokasi permukiman, vegetasi pelindung, tata letak dan parameter kesehatan lingkungan permukiman melalui wawancara yang meliputi banjir, sanitasi, pembuangan sampah, sumber air minum, saluran air hujan, saluran air limbah. Metode yang digunakan skoring beberapa parameter terkait dengan kualitas lingkungan permukiman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan permukiman di Desa Nogotirto dan Desa Banyuraden sebagian besar didominasi oleh kelas sedang dengan luas 64,57 Ha pada Desa Nogotirto dan 76,41 Ha pada Desa Banyuraden. Desa Nogotirto mempunyai pola persebaran mengelompok dan Desa Banyuraden memiliki pola persebaran acak.

The increase of population growth causes land-use change, especially land use for settlements. Uncontrolled settlements that are increasingly causing slums, so the quality of settlements is decreasing. Settlement environmental quality mapping is carried out in sub-urban areas namely Nogotirto Village and Banyuraden Village which have a high population density in the Gamping District. The purpose of this research are applying remote sensing from Pleiades imagery to extract variable or settlement environment quality, mapping settlement environment quality using quantitative tiered weighted analysis method, and knowing distribution pattern each class of settlement environment quality. Settlement environmental quality mapping using physical parameters of settlement environtment that obtained from visual interpretation of Pleiades Imagery which includes settlement density, wide driveway, condition of driveway, settlement location, trees, settlement layout and health parameters of settlement environment obtained through interview which includes sewer flooding, sanitation, garbage dump, drinking water sources, sewer rain water, and sewage. The methods used in this research are scoring from several parameters that related for settlement environmental quality. The result of the research showing that settlement environmental quality in Nogotirto Village and Banyuraden Village is mostly dominated by medium classes with an area of 64.57 Ha in Nogotirto Village and 76.41 Ha in Banyuraden Village. Nogotirto Village has a clustered distribution pattern and Banyuraden Village has a random distribution pattern.

Kata Kunci : permukiman, kualitas lingkungan permukiman, Citra Pleiades

  1. D3-2019-401450-abstract.pdf  
  2. D3-2019-401450-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-401450-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-401450-title.pdf