PROFIL LIPID, PROTEIN SERUM, DAN BERAT BADAN ANAKAN DARI INDUK TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) POSTPARTUM YANG DIBERI INFUSA SELADA AIR (Nasturtium officinale R. Br.)
JEREMIA GERALD, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 BIOLOGIBerdasarkan rangkaian penelitian terdahulu diketahui bahwa selada air (Nasturtium officinale R. Br.) mampu meningkatkan kadar prolaktin dan produksi susu pada induk tikus postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil lipid, protein serum dan berat badan anakan dari induk tikus postpartum yang diberi infusa selada air. Preparasi tanaman selada air dengan metode infusa. Sebanyak 20 tikus betina bunting dibagi kedalam lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol 1 mL akuades, kelompok Domperidone 3 mg/kg berat badan, dan kelompok infusa selada air dengan dosis 5, 10, dan 15 g/kg berat badan masing-masing untuk kelompok PS1, PS2, dan PS3. Perlakuan diberikan secara oral kepada induk tikus mulai hari ke-3 sampai ke-12 pasca parturasi. Berat badan anakan tikus ditimbang pada hari ke-5 sampai ke-11 laktasi. Sampel darah dikoleksi pada hari ke-13 laktasi untuk analisis serum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan infusa selada air pada induk dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan anakan tikus, dengan PS1 menunjukkan kenaikan berat badan tertinggi sebesar 7,133 g. Perlakuan infusa selada air mampu meningkatkan kadar HDL dengan perbedaan yang signifikan secara statistik pada kelompok perlakuan PS1. Kadar trigliserida mengalami penurunan, kadar LDL, kolesterol dan protein serum menunjukkan peningkatan. Kesimpulannya adalah perlakuan infusa selada air pada induk selama laktasi mampu meningkatkan pertambahan berat badan anakan tikus, dengan nilai terbaik pada kelompok PS1 (7,133 g). Perlakuan infusa selada air pada induk menyebabkan kadar kolesterol dan LDL serum anakan tikus cenderung meningkat, kadar HDL serum anakan tikus meningkat secara signifikan pada perlakuan PS1, kadar trigliserida serum anakan cenderung menurun, dan kadar protein serum anakan tikus cenderung menurun.
Previous study has shown that watercress (Nasturtium officinale R. Br.) infusion treatment was able to increase prolactin level and milk production in postpartum dams. Therefore, this research aims to study lipid profiles, serum protein level and weight of rat pups of postpartum dams treated by watercress infusion. Plant sample was prepared by infusion method. Twenty pregnant rats were divided randomly into five treatment group, namely control group 1 mL of distilled water, Domperidone 3 mg/kg body weight, and the watercress infusion dose of 5, 10, and 15 g/kg body weight as group PS1, PS2, and PS3 respectively. Treatment was given orally to dams from day 3 to 12 postpartum. Pups body weight were measured from day 5 to 11 of lactation period. Blood samples were collected on the day 13 of lactation for serum analysis. Based on the results, watercress infusion treatments on dams was able to increase pups body weight with PS1 group had the highest pup weight gain with 7,133 g. The treatments on dams are affecting the pups lipid profiles by increasing cholesterol and LDL levels, increase HDL level with a significant difference found in PS1 group, and decrease triglyceride level. The treatment decreases pup serum protein level. In conclusion, the watercress infusion treatment on postpartum dams was able to increase pup body weight, and increase pup lipid profiles and decrease serum protein level.
Kata Kunci : Berat badan anakan, postpartum, profil lipid, protein serum, Nasturtium officinale