Keseimbangan Nitrogen Domba Merino yang diberi Pakan dengan Imbangan Hijauan dan Konsentrat Berbeda
RIDWAN BUDIMAN, Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati, SU., IPU., ASEAN Eng.
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan N (nitrogen) pada domba Merino, dengan imbangan pakan dari hijauan dan juga konsentrat yang berbeda. Penelitian ini mengunakan 12 ekor domba Merino jantan dengan pakan rumput Raja dan pollard. Domba dibagi menjadi tiga perlakuan yaitu pemberian imbangan hijauan dan konsentrat sebesar 80 : 20, 70 : 30, dan 60 :40. Periode pemeliharaan adalah selama dua minggu adaptasi pakan serta satu minggu koleksi. Pakan yang tersisa kemudian ditimbang keesokan harinya dan disimpan sebagai sampel begitu juga dengan urin dan feses yang tertampung. Sampel kemudian dianalisis kadar nitrogennya. Parameter yang diamati N yang dikonsumsi, N yang di ekskresikan melalui feses, N yang tercerna dan juga N yang di ekskresikan melalui urin. Data yang diperoleh dianalisis variansi analisa pola searah. Hasil penelitian menunjukan signifikansi data pada konsumsi nitrogen per berat badan metabolis dan juga ekskresi nitrogen pada urin, hal ini dapat dilihat dari peningkatan konsumsi nitrogen perberat badan metabolis serta ekskresi nitrogen pada urin seiring dengan meningkatnya persentasi konsentrat dalam imbangan pakan dengan (P<0,05), sementara untuk konsumsi nitrogen harian, ekskresi nitrogen feses, serta nitrogen tercerna menunjukan hasil yang tidak signifikan. Berdasarkan hasil analisis maka dinyatakan bahwa imbangan hijauan dan konsentrat 80 : 20 merupakan imbangan yang sesuai dalam keseimbangan nitrogen domba Merino. Kata kunci : Domba Merino, keseimbangan nitrogen, rasio hijauan, dan konsentrat.
This research was aimed to find out the nitrogen balance of Merino sheep fed with different forage and concentrate ratio. Twelve males of Merino sheep were used. King grass as forage and wheat pollard for concentrate. Sheep were divided into three treatments, namely 80 forage : 20 concentrate, 70 forage : 30 concentrate, and 60 forage : 40 concentrate. The adaptation period was conducted in two weeks and one week after that is the collection period. The given and its refusal feed was weighed and stored as a sample as well as excreted urine and feces. Samples were analyzed with Kjeldahl method for nitrogen levels. The variables are N consumption, fecal N excretion, N digestibilty, and urinary N excretion. The data results were analyzed using One-Way ANOVA. The results showed significance difference in nitrogen consumption and urinary nitrogen excretion, which is described from increase in metabolical body weight, as increase of percentage of concentrate ratio (P<0,05), while nitrogen consumption, fecal nitrogen excretion, and nitrogen digestibility are not significantly different.. In conclusion, the best percentage of forage and concentrate ratio for Merino sheep is 80 : 20. Keywords: Merino sheep, nitrogen balance, forage, and concentrate ratio.
Kata Kunci : Merino sheep, nitrogen balance, forage, and concentrate ratio.