VIABILITAS BIFIDOBACTERIUM LONGUM ATCC 15707 PADA SEDIAAN BERBENTUK PERMEN JELLY SELAMA PENYIMPANAN
FAJAR NURHAYATI, Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP; Rio Jati Kusuma, S.Gz, M.Sc, RD
2019 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang: Penambahan Bifidobacterium longum ATCC 15707 pada permen jelly memerlukan uji viabilitas selama penyimpanan untuk mengetahui kemungkinannya menjadi salah satu produk pangan fungsional. Tujuan: Mengetahui pengaruh suhu 40C dan 280C terhadap viabilitas B.longum ATCC 15707 pada permen jelly selama 28 hari penyimpanan Metode penelitian: Penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap. Permen jelly disimpan pada suhu 40C da 280C. Pengukuran viabilitas dilakukan pada hari ke 7, 14, 21 dan 28 penyimpanan. Analisis statistik untuk membandingkan viabilitas antara suhu 4oC dan 28oC menggunakan independent sample t-test, analisis viabilitas pada suhu 280C menggunakan one way ANOVA dilanjutkan dengan DMRT dan untuk suhu 40C menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian: Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara B.longum ATCC 15707 yang disimpan dalam suhu 40C dan suhu 280C pada penyimpanan hari ke-7 dan hari ke-14, sedangkan untuk penyimpanan hari ke-21 dan ke-28 tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05). Terdapat pengaruh nyata (p<0,05) penyimpanan pada suhu 280C terhadap viabilitas B.longum ATCC 15707, sedangkan penyimpanan pada suhu dingin (40C) tidak berpengaruh nyata pada viabilitas (p>0,05). Kesimpulan: Penyimpanan pada suhu 40C tidak mempengaruhi viabilitas B.longum ATCC 15707, suhu 280C mempengaruhi viabilitas B.longum ATCC 15707. Perbedaan viabilitas antara kedua suhu terlihat pada penyimpanan hari ke-7 dan 14. Kata kunci: viabilitas, Bifidobacterium longum ATCC 15707, permen jelly, suhu ruang, suhu dingin
Background: The addition of Bifidobacterium longum ATCC 15707 on jelly candy requires viability test during storage to evaluate the possibility of being a functional food. Objectives: To determine the effect of 40C and 280C temperature on viability B.longum ATCC 15707 of jelly candy during 28 days of storage. Method: True experimental with complete randomized design. Jelly candies were stored at 40C and 280C. Viability of B.longum ATCC 15707 was determined after 7, 14, 21 and 28 days of storage. Statistical analysis to compare viability between 40C and 280C using independent sample t-test. One way analysis of variance (ANOVA) was used to study the difference of viability on 280C. Significant difference between means of sample were determined using Duncan test. Viability in 40C analyzed using Kruskal-Wallis. Results: There was a significant difference (p<0,05) between B.longum ATCC 15707 stored at 40C and 280C in 7 and 14 days of storage and stoarage at 21 and 28 days had no significant differences (p>0,05). There was a significant effect (p <0.05) storage at 280C on viability of B.longum ATCC 15707 and storage at 40C did not significanty effect viability (p>0,05) during 28 days of storage. Conclusion: Cold storage (40C) affected B.longum ATCC 15707 viability, room storage (280C) had not affect B.longum ATCC 15707. A difference B.longum ATCC 15707 viability between both temperature was seen on the 7 and 14 days of storage Keywords: viability, Bifidobacterium longum ATCC 15707, jelly candy, room temperature, cold temperature
Kata Kunci : viabilitas, Bifidobacterium longum ATCC 15707, permen jelly, suhu ruang, suhu dingin