HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DENGAN PERSEPSI PENERAPANNYA PADA GURU SMA NEGERI DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
GANAR RAJNI FATHARIQ, Purwanta, S.Kp.,M.Kes. ; Elsi Dwi H, S.Kp.,M.S.,D.S.
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Guru di sekolah diharapkan menyelenggarakan sistem pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa berperilaku terpelajar. Salah satu aspeknya yaitu dengan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung, termasuk menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok. Pada Tahun 2012, Kabupaten Sleman mengeluarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 42 mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan tentang KTR dengan persepsi penerapannya pada guru SMA Negeri di Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian menggunakan multistage random sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 168 guru di 5 SMA Negeri Kabupaten Sleman. Analisis data menggunakan uji univariat untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, dan persepsi penerapan. Analisis uji bivariat untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan persepsi penerapan mengenai KTR. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-September 2019. Hasil: Sebanyak 79 responden (47%) memiliki pengetahuan dengan kategori sedang tentang KTR dan 34 responden (20,2%) masuk kedalam kategori tinggi serta 93 guru (55,4%) memiliki persepsi penerapan dengan kategori baik. Hasil Uji Chi Square menunjukkan nilai p value = 0,000 dengan r = 0,395 sehingga ada hubungan antara pengetahuan tentang KTR dengan persepsi penerapannya pada guru SMA Negeri di Kabupaten Sleman. Kesimpulan: Bagi guru SMA perlu mempertahankan untuk mematuhi peraturan dalam upaya menerapkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat untuk jangka panjang, serta menjaga agar sekolah menjadi lingkungan untuk mewujudkan generasi muda yang sehat.
Background: Teachers in schools are expected to organize educational system that facilitate students to have educated behavior. One of the aspects is to create a supportive school environment, includes creating KTR. In 2012, Sleman Regency released Perbup Sleman Number 42 regarding KTR regulations. Objective: Found out the relationship between knowledge and perception of KTR implementation on teachers in Sleman District Public Senior High School (SHS). Methods: This study was a quantitative research with cross sectional design. The study used multistage random sampling. Respondents in this study were 168 teachers from 5 Sleman District Public SHS. Data analysis used univariate test to determine the characteristics, level of knowledge, and perception of KTR implementation. Bivariate analysis used to determine the relationship between knowledge and perception of KTR implementation. This study conducted from June to September 2019. Results: Based on the total scores, 79 respondents (47%) had moderate knowledge about KTR, 34 respondents (20,2%) had high knowledge, and 93 teachers (55,4%) had good perception of KTR implementation in schools. The Chi Square Test resulted the value of p = 0,000 with r = 0,395 so there is a positive relationship between knowledge and perception of KTR implementation on teachers in Sleman District Public SHS. Conclusion: Teachers in Sleman District Public SHS need to maintain complying regulations in an effort to implement policies that are beneficial for the long term and to make schools become environment to create a healthy young generation.
Kata Kunci : Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Pengetahuan, Persepsi Penerapan, Guru, Rokok/ Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Knowledge, Perception, Teacher, Cigarette