POLA SEDIMENTASI FORMASI BOBONG DAN KABAUW, CEKUNGAN BANGGAI - SULA, SULAWESI TENGAH
WISNU ADIPUTRA, Dr. Sugeng Sapto Surjono, S.T.,M.T.
2019 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGICekungan Banggai - Sula, terletak pada Provinsi Sulawesi Tengah dan Maluku, yang saat ini menjadi target pengembangan lapangan minyak dan gas bumi. Penelitian mengenai pola sedimentasi pada Formasi Bobong dan Formasi Kabauw pada Cekungan Banggai bagian selatan perlu dilakukan untuk mengetahui potensi reservoar, geometri dan persebaran fasies yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan studi mengenai minyak dan gas pada lokasi penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data seismik dua dimensi dan tiga data sumur pemboran. Analisis sikuen seismik digunakan untuk membagi stratigrafi menjadi beberapa kerangka waktu yang berbeda serta korelasi antar sumur pemboran. Analisis fasies dan lingkungan pengendapan dilakukan dengan 1 sumur pemboran. Hasil dari analisis fasies, lingkungan pengendapan dan korelasi stratigrafi yang dilakukan akan merepresentasikan peta dua dimensi dan yang menggambarkan model lingkungan pengendapan saat sedimentasi berlangsung. Formasi Bobong dan Kabauw pada penelitian ini memiliki 5 litofasies yaitu; shale, batulanau karbonatan, batupasir kuarsa dengan sisipan konglomerat, batugamping, batupasir. Litofasies tersebut terbentuk pada lingkungan pengendapan laut dangkal dan analisis sikuen pengendapan menunjukkan terdapat beberapa jenis batas stratigrafi yaitu SB, MFS, dan FS. Analisis sikuen seismik menunjukkan adanya lingkungan pengendapan shelf atau platform dan prograding shelf. Pola sedimentasi Formasi Bobong dan Kabauw didominasi oleh kenaikan muka air laut yang menunjukkan perubahan dari yang lebih dalam menuju lingkungan yang lebih dangkal
The Banggai - Sula Basin, located in Central Sulawesi and Maluku provinces, is currently the target of oil and gas field development. Research on sedimentation patterns in the Bobong and Kabauw Formation in the southern Banggai Basin is needed to determine reservoir potential, facies geometry and distribution that can be used as a reference in developing literacy regarding oil and gas at the research site. The data used in this study are two-dimensional seismic data and three drilling well data. Seismic sequence analysis is used to divide the stratigraphy into several different time frames and the correlation between drilling wells. Facies analysis and depositional environment were carried out with 3 drilling wells. The results of facies analysis, depositional environment and stratigraphic correlation carried out will represent a two-dimensional map and that describes the deposition environment model when sedimentation takes place. The Bobong and Kabauw Formations in this study have 5 litofasies, namely; shale, carbonate siltstone, quartz sandstone with conglomerate inserts, limestones, sandstones. These lithofacies are formed in shallow marine depositional environments and analysis of depositional sequences shows that there are several types of stratigraphic boundaries, namely SB, MFS, and FS. Seismic sequence analysis shows the existence of a shelf or platform deposition environment and shelf progression. The sedimentation pattern of the Bobong and Kabauw Formations is dominated by sea level rise which shows a change from a deeper shallow marine environment to shallow environment
Kata Kunci : Banggai - Sula, Seismik, Stratigrafi, Bobong, Kabauw, Sedimentasi