PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK SEKTOR FORMAL DI PT TEKNOTAMA LINGKUNGAN INTERNUSA DALAM PERSPEKTIF EKOSENTRISME ARNE NAESS
THERESIA CAHYANINGSIH RAHAYU, Dra. Jirzanah, M.Hum.
2019 | Skripsi | S1 FILSAFATPenelitian ini berjudul Pengelolaan Limbah Elektronik Sektor Formal di PT Teknotama Lingkungan Internusa dalam Perspektif Ekosentrisme Arne Naess. Permasalahan yang diangkat adalah mengenai kriteria pengelolaan limbah elektronik yang sesuai dengan keadaan lingkungan. PT Teknotama Lingkungan Internusa merupakan salah satu pengelola limbah elektronik sektor formal yang telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Permasalahan tersebut akan dikaji lebih dalam dengan menggunakan konsep Ekosentrisme dari Arne Naess untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis secara kritis mengenai pengelolaan limbah elektronik sektor formal di PT Teknotama Lingkungan Internusa menurut pandangan Ekosentrisme Arne Naess. Objek material penelitian ini adalah pengelolaan limbah elektronik sektor formal di PT Teknotama Lingkungan Internusa dan objek formal penelitian ini adalah Ekosentrisme Arne Naess sebagai teori etika lingkungan. Bahan penelitian ini berasal dari buku, jurnal, artikel, dan skripsi tentang pengelolaan limbah elektronik sektor formal di PT Teknotama Lingkungan Internusa. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan ditunjang dengan wawancara. Penelitian ini diawali dengan persiapan, wawancara, inventarisasi data, klasifikasi, analisis kritis dan penyusunan penelitian. Unsur-unsur metodisnya yaitu deskripsi, interpretasi, heuristika, dan refleksi kritis. Pengelolaan limbah elektronik sektor formal di PT Teknotama Lingkungan Internusa dilakukan dengan menggunakan konsep 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Ekosentrisme berpandangan bahwa secara ekologis makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain, sehingga kewajiban dan tanggung jawab moral tidak hanya dibatasi pada makhluk hidup. Ekosentrisme dalam kaitannya dengan limbah elektronik memandang bahwa pencemaran limbah elektronik dapat berdampak kepada seluruh komunitas ekologis sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat. Pengelolaan limbah elektronik di PT Teknotama Lingkungan Internusa berdasarkan empat tingkatan komponen penting oleh Arne Naess adalah kegiatan yang digerakkan oleh PT Teknotama Lingkungan Internusa bersamaan dengan visi misinya, diimbangi atau diikuti pula dengan kebijakan-kebijakan tentang pengelolaan limbah elektronik. Pengelolaan limbah elektronik di PT Teknotama Lingkungan Internusa berdasarkan delapan platform aksi Arne Naess adalah dalam aktivitasnya PT Teknotama Lingkungan Internusa memiliki metode yang sesuai dengan regulasi di Indonesia, mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar lokasi pengelolaan, dan mempertimbangkan perlindungan terhadap karyawan. Pengelolaan limbah elektronik di PT Teknotama Lingkungan Internusa berdasarkan prinsip-prinsip gerakan lingkungan adalah PT Teknotama Lingkungan Internusa memiliki pandangan agar manusia tidak secara semena-mena memanfaatkan ekosistem, namun harus memelihara dan mengelola ekosistem dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan memiliki kemampuan mengelola limbah elektronik dengan baik dan benar.
This research is entitled Formal Sector Electronic Waste Management at PT Teknotama Lingkungan Internusa in the Perspective of Arne Naess's Ecocentrism. The problem analyzed is about the criteria for electronic waste management in accordance with environmental condition. PT Teknotama Lingkungan Internusa is one of the formal sector electronic waste managers that has been certified and accredited by Ministry of Environment and Forestry. The problems will be studied deeply by using the concept of Ecocentrism by Arne Naess to maintain environmental balance and health. This research aims to analyze critically about formal sector electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa in the perspective of Ecocentrism by Arne Naess. The material object of this research is the formal sector electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa, and the formal object is Ecocentrism by Arne Naess as the environmental ethics theory. The materials of this research are books, journals, articles, and mini-thesis on formal sector electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa. This research uses literary review, supported by interview. This research is started with preparation, interview, data inventory, classification and synthesis analysis. The methodical elements are description, interpretation, heuristics, and critical reflection. Formal sector electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa is carried out using the 3R concept of Reduce, Reuse, and Recycle. Ecocentrism holds that ecologically living things and other abiotic objects are related to one another, then moral obligations and responsibilities are not limited to living things. Ecocentrism in relation to electronic waste consider that electronic waste pollution can have an impact on the entire ecological community so that proper management is needed. Electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa based on four level of important components by Arne Naess is an activity that is driven by PT Teknotama Lingkungan Internusa together with its vision and mission, balanced or followed by policies on electronic waste management. Electronic waste management at PT Teknotama Lingkungan Internusa based on eight action platforms by Arne Naess is that in its activities PT Teknotama Lingkungan Internusa has methods that are in accordance with regulations in Indonesia, considers environmental factors around the location of management, and consider the protection of employees. Electronic waste management in PT Teknotama Lingkungan Internusa based on the principles of the environmental movement is PT Teknotama Lingkungan Internusa has a view that humans do not arbitrarily utilize ecosystems, but must maintain and manage ecosystems as well as possible, namely by having the ability to manage electronic waste with good and right.
Kata Kunci : Pengelolaan limbah elektronik, Ekosentrisme, Arne Naess, kesadaran masyarakat, e-waste, e-waste management