PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) PADA BAHAN PENGENCER TRIS KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA DOMBA GARUT SETELAH PENYIMPANAN PADA SUHU 5 DERAJAT CELCIUS
Farida Setiyani, Dr. Ir. Sigit Bintara, S.Pt., M.Si., IPM;Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS., IPM
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sperma domba Garut menggunakan pengencer tris kuning telur dengan penambahan ekstrak bawang merah (Allium cepa) yang berbeda kemudian disimpan pada suhu 5 derajat celcius dan diamati setiap 12 jam. Bahan pengencer yang digunakan adalah tris kuning telur sebagai kontrol 0% (P0), serta kombinasi tris kuning telur dengan ekstrak bawang merah 1% (P1), 2% (P2) dan 3% (P3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas sperma domba, seperti motilitas (%), viabilitas (%) dan abnormalitas (%). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan empat perlakuan dan empat kali pengulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa motilitas P3 (54,37±30,5%), P2 (51,79±31,06%), dan P1 (47,14±30,1%) memiliki hasil yang lebih baik terhadap P0 (40,90±29,95%). Viabilitas P3 (48,90±19,96%), P2 (47,20,9%), P1 (45,05±20,6%) memiliki hasil yang lebih baik terhadap P0 (41,73±22,7%). Analisis abnormalitas menunjukkan perbedaan yang tidak nyata terhadap masing-masing perlakuan. Kesimpulan yang diperoleh adalah level ekstrak bawang merah 3% memiliki rata-rata motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa paling baik sesudah pada penyimpanan suhu 5 derajat celcius.
ABSTRACT This research was aimed to determinane the quality of Garut sheep semen with egg yolk tris diluent and onion extract with different concentration level during storage at 5 degrees celsius observed every 12 hours. The diluent materials were egg yolk tris as control 0% (P0), and egg yolk tris combinaed with onion extract level of 1% (P1), 2% (P2), and 3% (P3). Evaluated variables sheep sperm quality, such as motility (%), viability (%), and abnormality (%). The data was analyzed using one way analysis of completely randomized design with four treatments and four replications. The result showed that motility had better result at P3 (54,37±30,5%), P2 (51,79±31,06%), and P1 (47,14±30,1%) compared to P0 (40,90±29,95%). Viability P3 (48,90±19,96%), P2 (47,20,9%), P1 (45,05±20,6%) was better than P0 ((41,73±22,7%). Abnormality analysis showed no significant difference among treatments. The conclucion of the research was the best average of onion extract at % concentration level after stored at 5 degrees celsius.
Kata Kunci : Kata kunci : Domba Garut, Tris kuning telur, Ekstrak bawang merah, Motilitas, Viabilitas, Abnormalitas