Laporkan Masalah

SIGNIFIKANSI GAIATSU DALAM REFORMASI MILITER JEPANG PASCA PERANG DINGIN TAHUN 2001 SAMPAI 2015

FITRA PRIMA SANTOSO, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Gaiatsu (foreign pressure) merupakan salah satu faktor yang penting dalam pembuatan kebijakan di Jepang. Hal ini terjadi apabila aktor domestik Jepang enggan untuk mengambil inisiatif perubahan terhadap status quo. Jepang pasca perang dunia II secara konsisten memegang konstitusi terutama pasal 9 yang menyatakan dua hal penting; 1. Jepang menghilangkan instrument perang dalam hubungan internasional mereka dan 2. Jepang tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan konflik. Hal ini pada awalnya sangat menguntungkan Jepang dikarenakan adanya Jaminan keamanan dari Amerika Serikat dalam konteks perang dingin sangat menguntungkan Jepang hingga Jepang dapat berfokus membangun ekonominya. Kesuksesan ini dibuktikan dengan munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi global kurang dari dua decade paska kekalahannya dalam perang dunia ke dua. Namun dengan adanya perubahan konstelasi politik global maka Jepang melakukan akomodasi terhadap perubahan yang ada dengan respon yang hati-hati. Dalam menganalisa bagaimana gaiatsu berpengaruh terhadap perubahan kebijakan keamanan Jepang terkait dengan pasal 9 konstitusi 1947 penulis menggunakan kerangka berfikir Realisme Neo Klasik. Hal ini memungkinkan untuk menganalisa bagaimana pengaruh eksternal dapat mempengaruhi struktur domestik hingga memunculkan perubahan sebuah kebijakan yang sifatnya baru.

Gaiatsu (foreign pressure) is one of the important factors in policymaking in Japan. This happens when Japanese domestic actors are reluctant to take initiatives to change the status quo. Japan after World War II consistently holds the constitution, especially article 9 which states two important things; 1. Japan eliminates instruments of war in their international relations and 2. Japan will not use military force to resolve conflicts. This was initially very beneficial for Japan because the security guarantees from the United States in the context of the cold war were so beneficial for Japan that Japan could focus on building its economy. This success was evidenced by the emergence of Japan as a global economic power less than two decades after its defeat in the second world war. But with the change in the global political constellation, Japan made accommodations for the changes with a cautious response. In analyzing how gaiatsu influences changes in Japanese security policy related to article 9 of the 1947 constitution, the writer uses the framework of thinking Neo-Classical Realism. This makes it possible to analyze how external influences can affect the domestic structure to bring about a new policy change.

Kata Kunci : Gaiatsu, Seiwa seisaku kenkyukai, Hesei kenkyukai.

  1. S1-2019-384139-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384139-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384139-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384139-title.pdf