Participative Budgeting as Fraud Preventive Tool
FIDELIA SHAFIRA A, Drs. T. P. M. Welten
2019 | Skripsi | S1 AKUNTANSITerjadinya kecurangan (fraud) bukan merupakan hal yang tidak biasa yang terjadi dalam suatu organisasi. Namun, dengan jumlah kerugian yang disebabkan oleh kecurangan semakin meningkat setiap tahunnya, beberapa langkah pencegahan harus diambil oleh organisasi untuk mengurangi terjadinya kecurangan tersebut. Salah satu langkah untuk mencegah terjadinya kecurangan di organisasi adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang positif dengan menegakkan budaya kejujuran dan keterbukaan. Untuk menciptakan budaya ini, penganggaran partisipatif (participative budgeting) dapat digunakan menjadi salah satu alat untuk mencegah dan mengurangi kecenderungan karyawan untuk melakukan kecurangan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa peran dari penganggaran partisipatif dan efek yang ditimbulkan dari penggunaan penganggaran tersebut untuk mengurangi kecenderungan karyawan melakukan kecurangan di sebuah organisasi. Untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini, tiga peran dari penganggaran partisipatif yaitu kognitif, motivasi, dan pencapaian nilai akan diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan dari penganggaran partisipatif dapat memengaruhi ambiguitas dalam peran karyawan, komitmen kepada organisasi, dan kepuasan terhadap pekerjaan yang diakibatkan oleh tiga peran dari penganggaran partisipatif. Efek dari penganggaran partisipatif akan mengakibatkan berkurangnya kecenderungan karyawan untuk melakukan kecurangan. Implementasi dari penganggaran partisipatif dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif, yang merupakan salah satu dampak positif dari penganggaran partisipatif.
The occurrence of fraud is not uncommon to happen in every organization. However, with the amount of loss that is generated from fraud is getting bigger every year, preventive measures must be taken to reduce the occurrence of fraud. One of the ways to prevent fraud is by creating a positive working environment that upholds honesty and openness culture. To generate the said-culture, participative budgeting can be used as a tool to reduce the tendency of fraud. This paper aims to analyze the role of participative budgeting and its effect to decrease the fraud tendency in an organization. To achieve the result, the three roles of participative budgeting, that are cognitive, motivational, and value-attainment role are examined. The findings show that the use of participative budgeting can affect role ambiguity, organizational commitment, and job satisfaction because of the three roles it caused. The effect of participative budgeting leads to a decrease in employee fraud tendencies. The implementation of participative budgeting can create a more positive working environment, which is one of the positive impacts of budgetary participation.
Kata Kunci : Participative Budgeting, Fraud, Fraud Preventive Tool, Cognitive Role, Motivational Role, Value-Attainment Role