Laporkan Masalah

PEMBERITAAN ISU LGBT PADA MEDIA DALAM JARINGAN DI INDONESIA (Analisis Framing Berita LGBT Pasca Uji Materi Pasal 284, 285, 292 KUHP oleh Mahkamah Konstitusi pada Media Dalam Jaringan BBC Indonesia Periode Desember 2017 - Maret 2018)

ICHSAN RACHMADI S, Adam W. Sukarno, SIP., M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Dalam beberapa tahun terakhir, diskursus ruang publik nasional dipenuhi oleh isu kontroversial yang relatif asing di telinga awam khalayak, LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Salah satu momentum di mana isu tersebut panas diperbincangkan yakni pada akhir 2017 hingga awal 2018 setelah pembacaan hasil sidang uji materi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak memperluas delik pasal 284, 285, 292 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Keputusan untuk menolak perluasan delik pasal terkait perzinaan, pemerkosaan, dan pencabulan tersebut diartikan oleh sebagian publik bahwasannya MK telah melindungi praktik hubungan sesama jenis -yang kontan diartikan sebagai bentuk "legalisasi LGBT". Di tengah hingar-bingar publik dan perdebatan mengenai LGBT, BBC Indonesia merupakan salah satu media arus utama yang turut memberitakannya di platform dalam jaringan (daring) mereka. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bingkai yang digunakan oleh BBC Indonesia dalam memberitakan isu terkait LGBT pasca sidang uji materi oleh MK menggunakan model analisis framing yang diperkenalkan oleh Pan dan Kosicki. Metode analisis tersebut mencoba menilai elemen informasi mana yang dapat digunakan sebagai pusat organisasi ide untuk menginterpretasi makna berita. Elemen informasi yang terdapat pada berita dibagi ke dalam empat domain berdasarkan strukturnya yakni struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat ditemukan bahwa BBC Indonesia cenderung membingkai isu terkait LGBT untuk berpihak pada eksistensi dan hak hidup kelompok LGBT.

In recent years, our national political discourse has been filled with a controversial issue that somewhat unfamiliar to public���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s ears, LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender). One of the example would be the public���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s frantic at the end of 2017 until early 2018 after Constitutional Court���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s (MK) judicial review refused to expand the offenses written in articles 284, 285, 292 of the Criminal Code (KUHP). The refusal to extend some offenses relating to adultery, rape, and sexual abuse was interpreted by the public as an act of defending same-sex relationship ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½thus, it was also interpreted as a form of ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½legalizing LGBT���¢�¯�¿�½�¯�¿�½. Amidst mass hysteria and ceaseless debates, BBC Indonesia was ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½and still is- one of the mainstream media that regularly covered news about or relating to LGBT issues in its online platform. This research wanted to see how BBC Indonesia built its frames around LGBT issues after said judicial review using Pan and Kosicki framing model. Their analysis method tries to assess which information elements can be use as the central organizing idea to interpret the meaning of a news. The information elements contained in the news are divided into four category of devices that based on syntax structures, script structures, thematic structures, and rhetorical structures. The results showed that BBC Indonesia tended to frame their news in favor for LGBT���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s rights and interests

Kata Kunci : analisis framing, bingkai berita, berita daring, BBC Indonesia, LGBT

  1. S1-2019-369284-abstract.pdf  
  2. S1-2019-369284-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-369284-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-369284-title.pdf