Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Pelaksanaan Pembimbingan dan Pengawasan Terhadap Klien Anak
NADIAWATI MN, Dra. Dani Krisnawati,S.H., M.Hum.
2019 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap Klien Anak pada tahap post adjudikasi serta dimaksudkan juga untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh PK dalam pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan sifat penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dengan responden serta data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan metode kualititatif dengan penguraian secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap Klien Anak pada tahap post adjudikasi oleh PK di Bapas Kelas I Yogyakarta dan Bapas Kelas II Wonosari meskipun telah berpedoman pada ketentuan peraturan yang sama, namun pada tataran praktik terdapat beberapa penyimpangan atau pelaksanaan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku seperti tidak terlaksananya penelitian kemasyarakatan pembimbingan dan sidang TPP serta terhadap jenis Klien Anak yang berdasarkan putusan pengadilan dikenai tindakan kembali ke orang tua (AKOT) dan diputus menjalani program kegiatan di LPKS atau lembaga lainnya tidak diberikan pembimbingan maupun pengawasan sebagaimana hal ini terjadi di Bapas Kelas I Yogyakarta. Hambatan yang dihadapi PK dalam pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap Klien Anak pada tahap post adjudikasi meliputi lemahnya aturan hukum, belum optimalnya koordinasi antar aparat penegak hukum dalam proses penanganan Anak, kurang tersediannya sarana dan prasarana, luasnya jangkauan wilayah kerja Bapas Kelas I Yogyakarta dan Bapas Kelas II Wonosari, kondisi Klien Anak, keadaan ekonomi orang tua Klien Anak yang kurang mampu dan kondisi masyarakat sekitar tempat tinggal Klien Anak
This legal research aims to determine the implementation of guidance and supervision of the Juvenile Client in the post adjudication level and also intended to identify the obstacles faced by the Community Supervisors in its application. This research is categorized into empirical normative legal research with descriptive type of research. Primary data is collected by direct interview with respondents while secondary data is obtained by literature study. The data collected during this research is analyzed qualitatively with descriptive argumentation. Based on the research, it can be conclude that the implementation of guidance and supervision of the Juvenile Client in post-adjudication level by Community Supervisors between Bapas Kelas I Yogyakarta and Bapas Kelas II Wonosari although they guided by the same regulatory provisions, but at the practice level there are some deviations or implementations that are not following the regulations applies such as not implementing community research and TPP sessions also for a type of Juvenile Clients who got returning to family verdict (AKOT) and decided to undergo an activity program at the LPKS or other institutions are not given guidance or supervision as this happens in Bapas Kelas I Yogyakarta. The obstacles faced by Community Supervisors on guiding and monitoring of Juvenile Clients in post adjudication level are the first weakness of the regulations, the lack of coordination among law enforcement officers in handling criminal cases of children, the lack of adequate facilities and infrastructures, jurisdictions Bapas Kelas 1 Yogyakarta and Bapas Kelas II Wonosari��s covers are very broad, condition of Juvenile Client, economic condition of Juvenile Client��s parents and the condition of the community surrounding dwelling place of the Juvenile Client.
Kata Kunci : Pembimbing Kemasyarakatan, Pembimbingan, Pengawasan, Klien Anak, Tahap Post Adjudikasi.