Studi Komparasi Usahatani Salak Desa Wisata dan Nondesa Wisata di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
Rr. Megandini Listy Indira, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto., MS.
2019 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISSalak merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Turi. Pengelolaan usahatani salak di Kecamatan Turi dilakukan dengan dua cara yaitu dengan sistem desa wisata dan nondesa wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui biaya-biaya yang diperlukan dalam usahatani salak desa wisata dan nondesa wisata, (2) mengetahui pendapatan dari usahatani salak desa wisata dan nondesa wisata dan (3) mengetahui keuntungan dari usahatani salak desa wisata dan nondesa wisata. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi penelitian adalah purposive sampling, untuk pengambilan data menggunakan simple random sampling. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani salak desa wisata lebih kecil dibandingkan rata-rata biaya usahatani salak nondesa wisata masing-masing sebesar Rp5.845.737,81 per tahun dan Rp10.408.328,80 per tahun. Rata-rata pendapatan usahatani salak desa wisata lebih tinggi dibanding rata-rata pendapatan usahatani salak nondesa wisata masing-masing sebesar Rp39.264.544,91 per tahun dan Rp20.617.319,88 per tahun. Rata-rata keuntungan petani usahatani salak desa wisata lebih tinggi dibanding rata-rata keuntungan petani usahatani salak nondesa wisata masing-masing sebesar Rp38.273.672,56 per tahun dan Rp19.625.139,23 per tahun.
Salak is a superior commodity in Turi District. The management of salak farming in Turi District is done in two ways, namely the rural tourism and non-rural tourism system. The purpose of this study is to (1) knowing the costs needed in salak farming by rural tourism and non-rural tourism, (2) knowing the income from salak farming by rural tourism and non-rural tourism and (3) knowing the profit of salak farming by rural tourism and non-rural tourism. The method used to determine the location of the study is purposive sampling and for data collection using simple random sampling. The average costs incurred for the salak farming by rural tourism is smaller than the average cost of salak farming non-rural tourism of IDR 5,845,737.81 per year and IDR 10,408,328.80 per year, respectively. The average income of salak farming by rural tourism is higher than the average income of salak farming non-rural tourism in the amount of IDR 39,264,544.91 per year and IDR 20,617,319.88 per year. The average profit of salak farming by rural tourism is higher than non-rural tourism, each is IDR 38,273,672.56 per year and IDR 19,625,139.23 per year.
Kata Kunci : salak, desa wisata, nondesa wisata, biaya, pendapatan, keuntungan.