Pengaruh Pemecahan Saham (Stock Split) terhadap Frekuensi Perdagangan, Bid-Ask Spread, dan Abnormal Return Saham pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018
M ADNAN HIDAYAT, Drs. Achmad Choiruman Mudi Cahyono, M.Si. ;Satriyo Dwicahyo, S.E., M.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 MANAJEMENPemecahan saham (stock split) adalah salah satu kebijakan perusahaan yang bertujuan untuk menjaga harga saham agar dapat dijangkau oleh investor dan tetap berada pada batas wajar atau menjaga likuiditas saham agar tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh stock split terhadap perubahan frekuensi perdagangan, bid-ask spread, dan abnormal return saham. Sehingga investor dapat menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. Penelitian ini dilakukan pada 58 perusahaan yang melakukan stock split pada periode 2015-2018 di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan Paired Samples T Test sebagai alat penguji untuk frekuensi perdagangan,bid-ask spread, dan abnormal return saham pada periode 5 hari sebelum stock split dan 5 hari setelah stock split dilaksanakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa stock split berpengaruh signifikan terhadap peningkatan frekuensi perdagangan saham, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan bid-ask spread dan adanya abnormal return saham positif.
Stock split is one of corporate policy that aims to maintain the stock prices reachable by investors and remain within reasonable limits or to maintain the stock liquidity. This study aims to analyze the effect of stock split on changes in stock trading frequency, bid-ask spread, and abnormal returns. Then, investors can make the information as a considerationin making an investment decisions. This research uses the data of 58 Indonesia Stock Exchange-listed companies which did the stocksplit in the period of 2015-2018. This study uses Paired Samples T Test as a testing tool for trading frequency,bid-ask spread, and abnormal returns in the period of 5 days before the stock split and 5 days after the stock split. The results of this research indicates that stock splithas a significant effect on increasing the stock trading frequency, but does not significantly influence the decrease in bid-ask spread and the existence of positive abnormal returns.
Kata Kunci : stock split, frekuensi perdagangan, bid-ask spread, abnormal return, paired samples t test.