Laporkan Masalah

DIABETES AS A RISK FACTOR FOR STROKE IN KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA: A COMMUNITY SURVEY

REISYA RIZKI AMANDA, Ismail Setyopranoto, Rusdy Ghazali Malueka

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Stroke adalah gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Di dunia, stroke menjadi penyebab 5.5 juta kematian atau setara dengan 9.6% dari seluruh kematian. Penelitian oleh Global Burden of Disease (GBD) pada tahun 1990 menunjukan bahwa stroke adalah penyebab kematian kedua tersering setelah penyakit jantung iskemik. Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu faktor resiko independen penyakit serebrovaskular termasuk stroke dan dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pasien dengan diabetes mempunyai kemungkinan untuk terkena stroke 2 kali. Sekitar 150 juta orang dengan diabetes di seluruh dunia dan angka ini diprediksi untuk menjadi dua kali lipat pada tahun 2050 di negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan pertumbuhan populasi, penuaan, diet tidak sehat, obesitas, dan gaya hidup sedentary. Kurang lebih 12 juta masyarakat Indonesia terdiagnosis dengan DM, dan stroke adalah komplikasi jangka panjang tersering pada orang Indonesia. Belum ada penelitian yang mencari korelasi antara diabetes dan kejadian stroke pada Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Karenanya, penelitian ini penting untuk dilakukan, agar hubungan antara diabetes sebagai faktor resiko stroke di Kabupten Sleman, Yogyakarta, dapat dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diabetes merupakan faktor resiko stroke di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan model potong lintang untuk melihat hubungan diabetes sebagai faktor resiko stroke di Kabupaten Sleman. Semua data yang digunakan pada penelitian diambil dari Health Demography and Surveillance System FK UGM (HDSS). Dari total 12.080 data orang yang tinggal di Kabupaten Sleman, 61 dari mereka (0,5%) pernah mengalami kejadian stroke. Diantara subjek pria, kejadian stroke lebih sering terjadi dibandingkan wanita pada grup diabetes (54,5%) dan tidak diabetes (52%). Bedasarkan umur, stroke lebih sering terjadi pada grup umur lebih tua dari 65 tahun untuk grup diabetes (54,5%) dan tanpa diabetes (68%). Diabetes memiliki hubungan yang signifikan terhadap stroke (p= <0,001), terlebih lagi orang dengan diabetes mempunyai resiko 8,82 kali lebih tinggi untuk terkena stroke dibandingkan mereka tanpa diabetes. Faktor perancu lain seperti jenis kelamin memiliki hubungan tidak signifikan terhadap stroke (p= 0,71), dan umur terhapad stroke memiliki hubungan yang signifikan (<0,001). Diabetes adalah factor resiko stroke di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Stroke is a sudden neurologic deficit that is resulted from a focal vascular cause. Globally, cerebrovascular diseases (stroke) accounted for 5.5 million deaths or equivalent to 9.6 % of all deaths. The 1990 Global Burden of Disease (GBD) study suggested cerebrovascular diseases (stroke) as the second leading cause of death after ischemic heart diseases. Diabetes mellitus (DM) is one of the risk factor of cardiovascular diseases including stroke. Diabetes is recognized as an independent risk factor for stroke and is associated with higher morbidity and mortality. Patients with diabetes are at least two times more likely to have a stroke than non-diabetics. There are 150 million people with DM worldwide and the number are predicted to be doubled by 2050 in developing countries, including Indonesia, due to population growth, ageing, unhealthy diets, obesity and sedentary lifestyle. Approximately there are 12 million Indonesian diagnosed with DM and stroke is one of the common long term complications among Indonesians. There hasn�¢ï¿½ï¿½t been any study on the correlation of diabetes and stroke yet in Kabupaten Sleman, hence there is no data on the incidence of stroke among diabetic patients in Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Therefore, it is important to do this study, in order to understand the association of diabetes as risk factor of stroke in Kabupaten Sleman, Yogyakarta. The purpose of this study was to know whether diabetes is a risk factor of stroke in Kabupaten Sleman, Yogyakarta. This study used the cross-sectional study to assess the association of diabetes as a risk factor of stroke in Kabupaten Sleman. All the data used in this study was obtained from health demography and surveillance system FK UGM (HDSS). From the total of 12080 data of people living in Kabupaten Sleman, 61 of them (0.5%) had ever experience the incidence of stroke. Among the male subjects, the incidence of stroke is more common than female in both diabetic (54.5) and non-diabetic group (52%). Based on the age group, stroke is more often attack people older than 65 years old in both diabetic (54.5%) and non-diabetic group (68%). Diabetes has a significant relation to stroke (P= <0.001), moreover, people with diabetes are 8.82 times more likely to develop stroke compare to those without diabetes. Other cofounding factor such as gender (p= 0.71) and age (p= <0.001) have an insignificant and significant relation to stroke, respectively. Diabetes is a risk factor for stroke in Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Stroke, Risk Factor, Kabupaten Sleman, HDSS.

  1. S1-2019-362236-abstract.pdf  
  2. S1-2019-362236-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-362236-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-362236-title.pdf