Pelaksanaan Asimilasi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B Kendal
DINDA PUTRI APRILIA, Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M(HR), Ph.D
2019 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asimilasi bagi narapidana di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal dan relevansi pelaksanaan asimilasi dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif-empiris karena menggunakan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan juga menggunakan data primer yang diperoleh dari narasumber dan responden. Pelaksanaan asimilasi mengedepankan kepada tujuan akhir sistem pemasyarakatan yaitu agar narapidana siap kembali ke masyarakat. Pelaksanaan tersebut dilakukan melalui metode Community Based Correction atau pembinaan yang melibatkan masyarakat. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah tidak adanya peraturan khusus yang mengatur mengenai pelaksanaan Asimilasi di Lapas Terbuka, kurangnya petugas Lapas yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pertanian, perikanan maupun peternakan, jumlah narapidana yang melaksanakan asimilasi berfluktuasi dan cenderung tidak memenuhi kapasitas Lapas serta tidak adanya program Asimilasi yang melibatkan secara langsung masyarakat yang tinggal di sekitar Lapas mengakibatkan sulit tercapainya tujuan pemasyarakatan.
This study aims to determine the implementation of assimilation for correctional residents in Class II B Kendal Open Correctional Institution and the relevance of the implementation of assimilation in realizing the correctional purposes in Class II B Kendal Open Correctional Institution. The type of research used is normative-empirical legal research as it uses secondary data obtained from literature studies and also uses primary data obtained from informants and respondents. The implementation of assimilation prioritizes the end purpose of the correctional system so that the correctional residents are ready to return to the community. The implementation is carried out through the Community Based Correction method or fostering method which involves the community. Conclusion of the study is the absence of special regulations governing the implementation of Assimilation in Open Correctional Institution, the lack of Correctional Institution officers who possess special expertise in agriculture, fisheries and animal husbandry, the fluctuating number of Correctional Residents who carry out assimilation and tends not to meet capacity of the Correctional Institution, and the absence of Assimilation program which directly involves the community who live around the Correctional Institution makes it difficult to achieve the correctional purposes.
Kata Kunci : Asimilasi, Tujuan Pemasyarakatan, Lapas Terbuka Kendal