Dinamika Gerakan Lingkungan : Studi tentang Strategi Serikat Petani Pembaharu dalam Mendorong Upaya Pelestarian Lingkungan dan Konservasi Hutan Rakyat di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul
SHOLEH TRI HARJOKO, Dr. Haryanto, M.A.
2019 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Dewasa ini, gerakan lingkungan yang tumbuh di kalangan masyarakat sipil semakin menguat sebagai respon terhadap semakin luasnya dampak dari permasalahan lingkungan. Gerakan lingkungan di kalangan masyarakat sipil ini tidak hanya dilakukan oleh para NGO. Tidak sedikit gerakan lingkungan yang lahir dari inisiatif komunitas atau masyarakat. Salah satu gerakan lingkungan berbasis komunitas tersebut adalah gerakan lingkungan yang dilakukan oleh Serikat Petani Pembaharu (SPP) di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. SPP Semoyo dibentuk dengan tujuan untuk membentuk kesadaran dan pemahaman warga tentang konsep pengelolaan hutan rakyat secara lestari. Gerakan lingkungan SPP Semoyo tersebut menarik minat peneliti untuk mengangkat kasus tersebut sebagai topik penelitian skripsi. Adapun rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut; Bagaimana strategi gerakan lingkungan Serikat Petani Pembaharu dalam mendorong upaya pelestarian lingkungan dan konservasi hutan rakyat di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul?. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus dipilih karena sesuai dengan kasus yang ada pada Serikat Petani Pembaharu. Pengambilan data dilakukan melalui tiga cara yaitu : wawancara, observasi, serta tinjauan pustaka. Adapun kerangka teori yang digunakan yaitu teori new social movement ; serta teori strategi gerakan lingkungan dengan mengkombinasikan model social movement perspective dan pressure group perspective. Penggunaan teori tersebut digunakan sebagai cara untuk memahami :(1) proses terbentuknya gerakan lingkungan di Desa Semoyo; dan (2) bentuk strategi gerakan lingkungan yang dipilih oleh SPP Semoyo. Adapun temuan penelitian menunjukkan adanya penggunaan pendekatan strategi social movement perspective dan pressure group perspective yang dilakukan oleh SPP Semoyo dalam aksi gerakan lingkungannya. Operasionalisasi dari strategi tersebut dilakukan melalui serangkaian kegiatan berupa transfer ilmu pengetahuan serta pemberdayaan ekonomi komunitas. Disamping itu, agenda gerakan lingkungan ternyata juga diarahkan untuk mendorong pemerintah lokal agar mengadopsi konsep pelestarian lingkungan dalam sebuah perangkat Peraturan Desa.
In recent years, environmental movements that carried out by civil society groups have strengthened. This is caused by increasingly widespread impact of environmental problems. The environmental movement based on civil society groups is not only carried out by NGOs. Many environmental movements have also been born from community initiatives. One of the community-based environmental movements is the environmental movement carried out by Serikat Petani Pembaharu (SPP) in Semoyo Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. Serikat Petani Pembaharu was established with aim to forming community awareness about the concept of sustainable community forest management. The questions in this research are: What is Serikat Petani Pembaharu strategy to encouraging environmental conservation and community forest conservation efforts in Semoyo Village, Patuk District, Gunungkidul Regency?. To answer research questions, the author conducted research using qualitative case study research methods. Data retrieval is done in three ways: interviews, observation, and literature review. The theoretical framework used in this study is new social movement theory and theory of environmental movement strategy by combining two model social movement perspective and pressure group perspective. The theory is used to understand: (1) the process of forming an environmental movement in Semoyo Village; (2) the form of movement strategy chosen by Serikat Petani pembaharu. The results of this study indicate the use of social movement perspective and pressure group perspective strategies carried out by Serikat Petani Pembaharu. Operationalization of the strategy is carried out through several activities; knowledge transfer and community economic empowerment. In addition, the agenda of the environmental movement was also directed to encourage the Village Government to adopt the concept of environmental preservation in the form of Village Regulation instruments.
Kata Kunci : Gerakan Lingkungan, Strategi Gerakan Lingkungan, Konservasi Hutan Rakyat