Laporkan Masalah

Narcissistic CEO and Organisations: A Case Study of Richard Branson and Virgin Group

KEVIN MAHENDRA T, Gijsbert Willenborg

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

Tujuan dari pembuatan tesis ini adalah untuk melihat narsisisme di tingkat individual dan organisasi, dan untuk mengidentifikasi adanya narsisisme pada Richard Branson selaku penemu dan CEO dari Virgin Group, dan Virgin Group itu sendiri. Dalam memimpin perusahaan, Richard Branson terkenal untuk membuat keputusan-keputusan yang beresiko seperti merger dan akuisisi masif dari pelbagai perusahaan dan lebih lagi, dia diduga mengeksploitasi ex-rekan bisnisnya untuk kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, kita akan menyelidiki apakah sifat-sifatnya berhubungan dengan narsisisme yang kemudian juga Ia turunkan kepada organisasinya. Untuk menentukan apakah Richard Branson adalah seorang narsisis, kami menggunakan 9 kriteria dari DSM-IV-TR yang dibuat oleh Asosiasi Psikiatris di Amerika. Sedangkan untuk organisasi, kami menggunakan sebelas kriteria dari Godkin dan Allcorn untuk menentukan narsisisme organisasi. Analisis awal dan temuan mengatakan bahwa si CEO adalah sub-klinis narsisis sedangkan organisasinya narsis karena mereka memenuhi syarat dari masing-masing kriteria. Untuk mencapai kesimpulan yang pasti, peneliti menyarankan sebuah rencana penelitian. Pertama, data bisa didapatkan melalui interview dan survey dari sample yang terkait dengan menggunakan 40 item inventaris kepribadian narsis untuk menilai narsisisme dari CEO dan 34 item skala narsisisme organisasi untuk menilai narsisisme organisasi. Setelah itu, kami menyarankan perihal koleksi data untuk dilakukan oleh pihak ketiga guna untuk mengurangi biaya, waktu, personil, dan fasilitas.

The aim of this thesis is to look into narcissism in an individual level and organisational context, and to identify the presence of narcissism in Richard Branson as the founder of Virgin Group, as well as Virgin Group itself. In leading the company, Richard Branson was known to made many risky decisions such as massive merger and acquisition of companies and moreover he was allegedly exploiting his former business partner to his own advantage. Accordingly, we will investigate whether his traits are linked to narcissism to some extent and which he later descended into the organisation. To determine whether Richard Branson is narcissist, we use the nine criteria of DSM-IV-TR by the American Psychiatrist Association. Meanwhile for the organisation, we use eleven criteria by Godkin and Allcorn to determine organisation's narcissism. Preliminary analysis and findings suggest that the CEO is sub-clinical narcissist while the organisation is narcissistic as they fulfill the minimum requirement of both criteria. To reach definite conclusions, the researcher has suggested a research plan. First, the data can be collected through interview and survey from related sample by using the 40-Narcissistic Personality Inventory items to measure CEO nacissism and 34-Organisational Narcissism Scale items to measure the organisation's narcissism. Moreover, we suggest that the data collection is conducted through a third party in order to reduce costs, time, personnel, and facilities.

Kata Kunci : Narcissism, CEO, Organization

  1. S1-2019-381800-abstract.pdf  
  2. S1-2019-381800-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-381800-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-381800-title.pdf