VALUASI EKONOMI KAWASAN EKOWISATA NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Griselda Oktaberia Su Sien, Prof. Dr. Ir. Masyhuri ; Sugiyarto, S. P., M. Sc.
2019 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISKawasan Ekowisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul merupakan sumberdaya yang bersifat barang publik dimana konsumsi yang dilakukan seseorang terhadapnya, tidak akan mengurangi konsumsi orang lain terhadap barang tersebut. Selain itu, barang publik memberikan manfaat ekonomi yang bersifat intangible, yaitu manfaat ekonomi yang tidak dapat dihitung secara riil nilainya karena belum memiliki nilai pasar. Studi ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi Kawasan Ekowisata Nglanggeran dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan atau Travel Cost Method (TCM). Pengambilan sampel yang digunakan insindental sampling dan besarnya sampel 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya perjalanan total per individu yang dikeluarkan dalam 1 kali kunjungan ke Kawasan Ekowisata Nglanggeran sebesar Rp Rp 61.875,00. Kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) wisatawan Kawasan Ekowisata Nglanggeran untuk tiket masuk dan parkir (motor atau mobil) lebih besar dibandingkan dengan tarif yang telah ditetapkan saat ini (existing condition). Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi kunjungan wisatawan Kawasan Ekowisata Nglanggeran antara lain pendapatan, biaya perjalanan, jarak yang ditempuh, durasi berwisata, dan persepsi terhadap fasilitas. Berdasarkan hasil perhitungan maka diketahui nilai ekonomi Kawasan Ekowisata Nglanggeran per tahun adalah sebesar Rp 687.410.589,00.
The Ecotourism area of Nglanggeran is located in Gunungkidul Regency, It represents the resource of public commodity wherever the consumption is done by the people towards it. It can not decrease the consumption of the other people towards the commodity. Besides, the public commodity gives the benefit of intangible economy, that are the benefit of economy which can not uncountable in real because of did not have the market value. This study using to the economic value of the Ecotourism object of Nglanggeran using the Travel Cost Method (TCM). The sample technic which used in this research is insidental sampling and the amounts of sample are 40 respondents. The results of the reasearch shows that the average total travel cost per individual in one visit to the Ecotourism area of Nglanggeran was Rp 61,875.00. Willingness to Pay /WTP for tourists in the Ecotourism area of Nglanggeran for entrance and parking tickets (motorbikes or cars) is higher than the existing conditions. Factors that influence the frequency of tourists visiting the Ecotourism area of Nglanggeran include income, travel costs, distance traveled, duration of travel, and perception of facilities. Based on the calculation results, it is known that the economic value of the Ecotourism area of Nglanggeran is Rp 687,410,589.00 per year.
Kata Kunci : Kawasan Ekowisata Nglanggeran, kesediaan membayar, nilai ekonomi, metode biaya perjalanan