Laporkan Masalah

EVALUASI KEPATUHAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA (BMT UMY) PADA TRANSAKSI MURABAHAH TERHADAP FIKIH MUAMALAH

M SAID HAIRUL INSAN, Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA.

2019 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengeavaluasi kepatuhan Baitul Maal wat Tamwil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT UMY) terhadap fikih muamalah pada transaksi murabahah. Selain itu Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kesesuaian PSAK 102 dengan fikih muamalah khususnya pada empat mazhab fikih popular, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif evaluatif, yaitu dengan menjelaskan skema transaksi murabahah yang terjadi di BMT UMY lalu mengevaluasi kesesuaiannya dengan fikih empat mazhab dan dengan menjelaksan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi murabahah menurut PSAK 102 dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan fikih empat mazhab. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa BMT UMY telah memenuhi semua kriteria yang ditetapkan oleh mazhab Hanafi, Syafii, dan Hambali. Adapun, berdasarkan mazhab Maliki, maka BMT UMY telah memenuhi 16 dari 17 kriteria yang ditetapkan. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat tiga ketentuan di PSAK 102 (Akuntansi Murabahah) yang tidak sesuai dengan peraturan fikih empat mazhab.

The purpose of this research are to evalauate the obedience of Baitul Maal wat Tamwil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT UMY) to fiqh al-muamalah in the murabahah transaction. This also aimed to evaluate the suitability of PSAK 102 (Murabahah Accounting) with fiqh al-muamalah escpecially with the four popular mazhab, Hanafi, Maliki, Syafii, and Hambali mazhab. This research is qualitative research with descriptive evaluative method. This research describe the murabahah scheme applied in BMT UMY and evaluate the scheme to the fiqh of four mazhab. This research also describe the standards of PSAK 102 (murabahah accounting) in recognizing, measuring, presenting, and disclosing the transaction of murabahah and evaluate the suitability with the fiqh of four mazhab. The research found that BMT UMY has fulfilled all the criteria set by Hanafi, Syafii, and Hambali mazhab. BMT UMY also has fulfilled the 16 out of 17 criteria set by Maliki mazhab. This research also found that there are three criteria set by the fiqh of four mazhab that are not fulfilled by the PSAK 102 (murabahah accounting).

Kata Kunci : murabahah, kepatuhan, fikih, muamalah, mazhab, PSAK 102, BMT, obedience

  1. S1-2019-367243-tableofcontent.pdf  
  2. S1-2019-367243-title.pdf