PERSEPSI STAKEHOLDER MENGENAI PENGARUH RISIKO BENCANA GEMPA BUMI TERHADAP INVESTASI DI PULAU LOMBOK
Amifachromi, Dr. Lutfi Muta'ali S.Si., M.T
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHBencana alam gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana skala besar hal ini tentu berbanding lurus dengan rusaknya bangunan-bangunan baik komersil maupun non-komersil. Tujuan dari penelitian ini terdiri dari empat yaitu mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan tingkat pengetahuan serta pengalaman stakeholder, mengidentifikasi keragaman persepsi dan sikap stakeholder mengenai pengaruh gempa bumi terhadap investasi menganalisa hubungan variabel yang berkaitan dengan persepsi stakeholder dan merumuskan strategi investasi dan pengembangan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei. Variabel yang digunakan peneliti dalam mengkaji persepsi ini terdiri dari persepsi pengaruh gempa bumi terhadap jenis, besaran dan lama waktu/proses investasi. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 63 responden, yang terdiri dari 10 pemerintah, 41 swasta dan 12 masyarakat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif hasil kuisioner dan deskriptif kualitatif hasil wawancara berupa transkrip. Teknik analisis data untuk megolah data yaitu dengan menggunakan analisis skoring, uji beda menggunakan One Way Annova dan analisis korelasi pearson product moment. Karakteristik responden didominasi oleh stakeholder yang berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 22-40 tahun, pendidikan terkahir S1, Pekerjaan Wiraswasta dan dengan status penduduk Asli. Tingkat Pengetahuan didominasi oleh pengetahuan tinggi pada stakeholder pemerintah dan swasta, sedangkan stakeholder masyarakat didominasi pengetahuan rendah, begitupun halnya dengan tingkat pengalaman masing-masing stakeholder. Persepsi mengenai pengaruh gempa bumi terhadap investasi sangat bervariasi pada masing-masing stakeholder, tidak ada hubungan antar variabel dengan persepsi.
The earthquake in Nusa Tenggara Barat (NTB) has created damage in large-scale infrastructures and facilities which is proportional to the damage on commercial and non-commercial buildings. This study aims to identify characteristics and differences in the level of knowledge and experience of stakeholders; identifying the diversity of perceptions and attitudes of stakeholders regarding to the influence of earthquakes on investment in Lombok; and analyzing factors related to stakeholder perceptions on the effects of earthquakes on the investment to formulate investment and development strategy in Nusa Tenggara Barat. The method uses in this study is survey method. In assessing its perception, researcher use several variables consist of perceptions of the effect of earthquakes on the type, amount and length of time / process of investment. The number of samples are 63 respondents, consist of 10 governments, 41 privates and 12 communities. This study uses purposive sampling technique. The data analysis techniques are descriptive quantitative based on questionnaires and descriptive qualitative based on interview results. Scoring analysis, different tests through One Way Annova and Pearson product moment correlation analysis are utilized to process the data. Characteristics of respondents are dominated by male stakeholders, aged 22-40 years, the latest education is Bachelor's degree, self-employed and with native status. The level of knowledge is dominated by high knowledge of government and private stakeholders, while community stakeholders are dominated by low knowledge, as well as the level of experience of each stakeholder. Perceptions about the effect of earthquakes on investment vary greatly between each stakeholder, there is no relationship between variables with perception.
Kata Kunci : Persepsi, Stakeholder, Gempa bumi, Investasi, Real asset