Laporkan Masalah

KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN KONSERVASI SUAKA MARGASATWA PALIYAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

AULIA NUR LAKSMITA, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, M.Si. ; Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Hutan paliyan dulunya merupakan wilayah hutan produksi dari Dinas Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 171/Kpts-II/2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hutan Paliyan dialih fungsikan menjadi Suaka Margasatwa (SM) Paliyan dengan luas total kawasan 434,834 hektar. Perubahan fungsi kawasan tersebut diduga mengakibatkan akses masyarakat atas sumberdaya hutan semakin terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan masyarakat di dalam kawasan, menganalisis tingkat kerusakan lingkungan akibat pengaruh aktivitas masyarakat, dan merumuskan strategi pengendalian kerusakan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara interpretasi peta dan survei lapangan. Responden dalam penelitian ini merupakan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Yogyakarta (BKSDA Yogyakarta) yang berjumlah 64 orang. Hasil wawancara dengan responden dan observasi lapangan terhadap aktivitas masyarakat di dalam Kawasan Suaka Magasatwa Paliyan dianalisis secara desktiptif kualitatif. Strategi kerusakan lingkungan dirumuskan dengan menggunakan matriks berdasarkan permasalahan pada setiap aktivitas masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas masyarakat didalam Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan adalah (a) pengambilan pakan ternak, (b) perladangan, (c) pengambilan kayu bakar, (d) penebangan kayu, dan (e) membuang sampah. Tingkat kerusakan akibat aktivitas masyarakat di Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan pada tiap penggunaan lahan, yakni: (a) pada penggunaan lahan hutan pengambilan pakan ternak, pengambilan kayu bakar, penebangan pohon memiliki tingkat kerusakan ringan, sedangkan membuang sampah tingkat kerusakan berat, (b) pada penggunaan lahan semak pengambilan pakan ternak memiliki tingkat kerusakan ringan, (c) pada penggunaan lahan lahan terbuka membuang sampah memiliki tingkat sedang, (d) pada penggunaan lahan ladang pengambilan pakan ternak, pengambilan kayu bakar, dan penebangan kayu memiliki tingkat kerusakan ringan, dan (e) pada penggunaan lahan lahan terbangun membuang sampah tingkat kerusakan ringan. Strategi pengelolaan lingkungan dilakukan dengan cara pemanfaatan sumberdaya alam berdasarkan daya dukung, dan daya tampung lingkungan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup, keselamatan mutu lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Paliyan Forest in the beginning was a production forest area managed by Special Region of Yogyakartas forestry department. Based on the forestry ministers decree number 171/Kpts-II/2000 about designation of forest area in Special Region of Yogyakarta, Paliyan Forest is converted into Paliyan Wildlife Preserve with the total area of 434,834 hectare. The changed function is allegedly resulted in limited community access to forest resources. This research is aimed to identify the activities done by the society in the area, analyze the level of environmental destruction as the result of societys activities, and formulate environmental damage control strategy. The method used in this study is a qualitative descriptive method of research by means of map interpretation and field surveys. Respondents in the study were members of the Forest Farmer Group (KTH), a construction of the Yogyakarta Natural Resources Conservation Hall (BKSDA Yogyakarta), amounting to 64 people. The results of interviews with respondents and field surveys on the community activities within Magasatwa Paliyan Sanctuary are analyzed qualitatively. Environmental damage strategy is formulated by using matrices based on problems in each community activity. The result of the research shows that the activities carried out by the society in Paliyan Wildlife Preserve are (a) animal feed collection, (b) cultivation, (c) firewood collection, (d) wood logging, and (e) waste disposal. The level of damage caused by community activities in the Palliyan Wildlife Sanctuary in each land use, namely: (a) on the use of forest land, the timber While removing garbage levels of severe damage, (b) on the use of bushland intake of livestock feed has a mild degree of damage, (c) on the use of open land land waste has moderate level, (d) on the use of farm land Fodder intake, firewood retrieval, and logging have mild damage levels, and (e) on the land use awakened land wasters a mild damage level. The strategy of environmental management and alternative control for environmental destruction in Paliyan Wildlife Preserve utilizing the natural resources was done by carrying capacity and by taking into account environmental sustainability in terms of environmental quality and community welfare.

Kata Kunci : Kerusakan lingkungan, Aktivitas masyarakat, Suaka Margasatwa Paliyan

  1. S2-2019-422565-Abstract.pdf  
  2. S2-2019-422565-Bibliography.pdf  
  3. S2-2019-422565-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-422565-Title.pdf