PENGARUH DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA TERHADAP PERLEKATAN Streptococcus mutans PADA BAHAN TUMPATAN E-GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE
ANNISA FARADHYTA, Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes. ; Prof. Dr. drg. Widjijono S.U.
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIE-glass FRC merupakan bahan restorasi karies gigi yang tahan terhadap lingkungan asam. E-glass FRC didalam mulut berkontak dengan saliva. Derajat keasaman saliva yang berubah-ubah dapat mempengaruhi proses degradasi. Degradasi E-glass FRC menyebabkan kekasaran permukaan sehingga meningkatkan perlekatan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh derajat keasaman saliva terhadap perlekatan S. mutans pada bahan tumpatan E-glass FRC. Penelitian ini menggunakan E-glass FRC, saliva buatan, dan bakteri S. mutans. Dua belas sampel (diameter 5 mm, tinggi 2 mm) dibagi 3 kelompok direndam dalam saliva buatan pH 4, 6, dan 8 selama 14 hari, 37oC. Sampel dibilas menggunakan PBS kemudian dimasukkan ke suspensi bakteri diinkubasi 24 jam, 37o C. Pengenceran dilakukan hingga 10-3, 0,1 ml dari pengenceran terakhir diambil untuk dikulturkan pada media BHI agar, diinkubasi 48 jam, 37o C. Jumlah koloni bakteri S. mutans dihitung menggunakan colony counter (CFU/mL). Analisis data mengunakan uji ANAVA satu jalur (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata jumlah koloni S. mutans adalah (130, 25 ± 13,54) x 104 CFU/mL (pH 4), (75,75 ± 16,35) x 104 CFU/mL (pH 6) dan (112,75 ± 25,64) x 104 CFU/mL (pH 4) . Hasil uji ANAVA satu jalur menunjukkan derajat keasaman saliva berpengaruh signifikan (p>0,05) pada perlekatan S. mutans pada bahan tumpatan E-glass FRC. Hasil uji LSD menujukkan perbedaan bermakna antar kelompok pH 4 dan pH 6 serta kelompok pH 6 dan pH 8. Kesimpulan penelitian ini adalah derajat keasaman saliva berpengaruh terhadap perlekatan S. mutans pada bahan tumpatan E-glass FRC.
E-glass FRC is a restoration material of dental caries which is resistant at acid environtment. E-glass FRC inside the mouth will contact with saliva. Vary in salivary pH affect the degradation process. Degradation in E-glass FRC make surface roughness thus it will increase the adhesion of microorganism. This study aims to examine the effect of salivary pH on S.mutans adhesion to E-glass FRC. This research used e-glass FRC, artificial saliva, and S.mutans colony. Twelve E-glass FRC (diameter of 5 mm and height of 2 mm) were divided into 3 treatment groups was soaked in artificial saliva pH of 4, 6, and 8. Samples were rinsed with PBS and then were put into bacterial suspension for 24 hours, 37oC, diluted to 10-3, 0,1 ml of the final dilution were cultured on BHI agar, incubated for 48 hours, 37oC. S.mutans colony were determined using colony counter (CFU/mL). Data analysis of this research was done one-way ANOVA test (α=0,05). The result showed that the mean of S.mutans colonies is (130, 25 ± 13,54) x 104 CFU/mL (pH 4), (75,75 ± 16,35) x 104 CFU/mL (pH 6) dan (112,75 ± 25,64) x 104 CFU/mL (pH 8). One-way ANOVA test results showed that pH saliva significantly influenced (p>0,05) the surface roughness which results which result in adherence of S.mutans to the E-glass FRC. LSD test results showed a significant difference between pH 4 and 6 group, pH 6 dan pH 8 group. The conclusion of this research is salivary pH affect adhesion of S.mutans to E-glass FRC.
Kata Kunci : E-glass FRC, pH saliva, Streptococcus mutans