Hubungan Antara Ideologi Maskulin dengan Intensi Pencarian Pertolongan Psikologis Mahasiswa Laki-Laki
Belladiena Azmi, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S.
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPikiran dan perilaku bunuh diri, penyalahgunaan minuman beralkohol, dan penyalahgunaan substansi memiliki prevalensi yang relatif tinggi pada mahasiswa laki-laki berusia 18-24 tahun. Meski begitu, studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki intensi pencarian pertolongan psikologis yang rendah. Selain itu, mahasiswa laki-laki memiliki intensi yang lebih rendah daripada mahasiswa perempuan. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti mengindikasikan bahwa intensi pencarian pertolongan psikologis mahasiswa laki-laki berhubungan dengan ideologi maskulin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi hubungan negatif antara ideologi maskulin dengan intensi pencarian pertolongan psikologis mahasiswa laki-laki. Seratus duapuluh tujuh mahasiswa laki-laki Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi survei daring. Penelitian ini menggunakan skala Mental Help-Seeking Intention Scale (MHSIS) dan Male Role Norms Inventory-Short Form (MRNI-SF) yang sudah dimodifikasi ke dalam Bahasa Indonesia sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara ideologi maskulin dan intensi pencarian pertolongan psikologis mahasiswa laki-laki. Temuan ini menguatkan kebutuhan untuk memerhatikan bagaimana ideologi maskulin berhubungan dengan intensi pencarian pertolongan psikologis mahasiswa laki-laki secara teoritis dan praktis, dalam rangka meningkatkan perilaku pencarian pertolongan psikologis.
Suicidal thoughts and behavior, alcohol abuse, and substance abuse have a relatively high prevalence in male university students aged 18-24 years. However, previous findings show that not only university students in general have low psychological help-seeking intention, but also that male students have significantly lower level of intention than their female counterparts. The finding of the preliminary study suggested that mental health help-seeking intention in male university students may be is linked to masculinity ideologies. Thus, this study aims to clarify whether there is correlation between masculinity ideologies and male university students' psychological help-seeking intention. One hundred and twenty seven Indonesian male university students participated in this study by filling out an online survey. Modified Mental Help Seeking Intention Scale (MHSIS) and Male Role Norms Inventory-Short Form (MRNI-SF) were used to measure research variables. Result of this study shows that there is a negative correlation between masculinity ideology and male university students' psychological help-seeking intention. The finding suggests the need to pay theoretical and clinical attention to how masculinity ideology is linked to male university students' psychological help-seeking intention, in order to encourage help-seeking behavior.
Kata Kunci : intensi pencarian pertolongan psikologis, ideologi maskulin, MHSIS, MRNI-SF, psychological help-seeking intention, masculinity ideologies, MHSIS, MRNI-SF