Orientasi Keagamaan dan Budaya Politik Santri di Kota Solo (Studi Perbandingan di Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan, Pesantren Majelis Tafsir Al Quran, Pesantren Modern Imam Syuhodo)
ARI ALFIATUL ROCHMAH, Dr. Mohamad Yusuf
2019 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYATesis ini bertujuan untuk melihat tingkat, hubungan dan pengaruh faktor-faktor keagamaan terhadap budaya politik di tiga pesantren yang memiliki orientasi beragama yang berbeda, Pesantren Al Muayyad berplatform NU, Pesantren Majelis Tafsir Al Quran, dan Pesantren Modern Imam Syuhodo Muhammadiyah. Pemilu 2019 yang erat dengan kontestasi agama dan politik di ruang publik, menempatkan pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan agama dalam posisi krusial. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh politik yang berusaha mendulang suara umat Islam melalui kunjungan di berbagai pesantren, menggandeng kalangan ulama dan kyai, maupun keterlibatan santri pada berbagai kegiatan yang menciptakan polarisasi di antara santri, seperti aksi bela Islam dan hari santri nasional. Polarisasi ini semakin dipertegas dengan sikap politik yang juga berbeda pada agenda politik kali ini. Hal ini tak lepas dari latar belakang organisasi keagamaan yang berafiliasi di tiap pesantren. Untuk itu guna memperoleh data mengenai orientasi keagamaan, pandangan dan sikap politik santri yang representatif, menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran angket kuesioner di tiga pesantren. Sedangkan tehnik analisa data menggunakan uji Pearson Correlation dan uji regresi linear berganda menggunakan SPSS 25. Pengukuran faktor keagamaan menggunakan perpaduan enam dimensi religiusitas James T. Duke (1998), dan dimensi Islamisme Saiful Mujani (2007) untuk melihat keterkaitan agama dan politik. Sedangkan budaya politik diukur melalui tiga dimensi oleh Gabriel Almond dan Sidney Verba (1984), yaitu pengetahuan, sikap, dan pilihan politik. Tesis ini berargumen bahwa keberagaman orientasi keagamaan santri di tiga pesantren semakin dipertegas dengan tingkat keimanan terhadap ajaran khusus, keberagamaan secara kelompok, dan aspek Islamisme, yang juga menunjukkan perbedaan signifikan. Demikian halnya budaya politik, santri tradisonalis cenderung memiliki budaya politik yang lebih tinggi dibandingkan dua pesantren puritan lainnya. Sedangkan hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor keagamaan dan budaya politik santri, secara garis besar masing-masing pesantren menunjukkan hubungan antar dimensi dan variabel yang positif dan signifikan. Meski pola pengaruh kedua variabel menunjukkan beberapa komponen dalam orientasi keagamaan yang tidak memengaruhi budaya politik santri.
This thesis aims to look at the level, correlation and impact of religious factors on political culture in three pesantren that have different religious orientations, Al Muayyad Pesantren on the NU platform, Majelis Tafsir Al Quran Pesantren, and Imam Syuhodo Modern Pesantren. The 2019 elections which were closely linked to religious and political contestation in the public sphere, placed the pesantren as one of the religious education intitutions in a crucial position. This is evidenced by the many political figures who try to gain the voice of Muslims through visits to various pesantren, cooperating with Ulama and Kyai, as well as the involvement of students in various activities that create polarization among students, such as Islamic defense and national santri day. This polarization is further emphasized by political attitudes that are also different from the current political agenda. This is inseparable from the background of religious organizations affiliated in each pesantren. For this reason, in order to obtain data on religious orientation, political knowledge, political attitudes and political Choice, using a quantitative approach through the distribution of questionnaires in three pesantren. While the data analysis technique uses the Pearson Correlation test and multiple linear regression tests using SPSS 25. The measurement of religious factors uses a combination of the six religiosity dimensions of James T. Duke (1998), and the Islamism dimensions of Saiful Mujani (2007) to see the relationship between religion and politics. While political culture is measured through three dimensions by Gabriel Almond and Sidney Verba (1984), knowledge, attitudes, and political choices. This thesis argues that the diversity of santri religious orientations in the three pesantren is increasingly emphasized by the level of faith in particular orthodoxy, religious participation, and Islamism, which also show significant differences. Likewise for political culture, traditionalist students tend to have a higher political culture than the other two puritan pesantren. While the correlation and impact between religious factors and santri political culture, in general each pesantren shows a positive and significant relationship between dimensions and variables. Although the pattern of impact of the two variables shows several components in religious orientation that do not affect the santri political culture.
Kata Kunci : Orientasi Keagamaan, Budaya Politik, Santri, Tradisonalis, Puritan