PARTISIPASI KOMUNITAS POJOG DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN
NUZULIA QURNIASIH, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.; Dr. Emilya Nurjani, M.Si.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANKomunitas POJOG muncul karena adanya keprihatinan terhadap gencarnya produk makanan pabrikan, produk makanan impor, mahalnya harga produk-produk berlabel organik di pasar swalayan di Yogyakarta. Komunitas POJOG mempertemukan produsen lokal dengan konsumen secara langsung, sehingga memperpendek rantai distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui sejarah pendirian Komunitas POJOG, (2) mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh tiap anggota dalam komunitas POJOG dalam pengelolaan lingkungan, (3) menganalisis tingkat partisipasi yang telah dilakukan oleh komunitas POJOG dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode sensus yang dilakukan kepada seluruh anggota aktif dari komunitas POJOG yaitu sebanyak 21 orang dengan menggunakan bantuan kuesioner dan wawancara mendalam untuk menggali informasi lebih dalam dan lebih lengkap. Analisis data dengan dua cara, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif diolah dari hasil wawancara, dan analisis kuantitatif untuk melihat partisipasi anggota komunitas dengan uji beda t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas POJOG terbentuk pada bulan Juli tahun 2014 atas inisiatif Primahesta, Tsalast, Lettuse, Janti Wignyopranoto, dan Imam Hidayat di Yogyakarta. Diawali dengan Pasar Sehat Ramadhan yang menjual produk-produk sehat, organik dan lokal yang dihasilkan oleh petani dan produsen lokal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk - bentuk kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas POJOG antara lain: 1) Pertanian organik (61,90%), 2) pertanian lahan sempit (71,43%), 3) distribusi hasil panen (47,62%), 4) Pengolahan hasil panen (52,38%), 5) pengembangan produk/bahan makanan lokal (85,71%), 6) diet plastik (61,60%), 7) pengelolaan sampah domestik (28,57%), 8) penggunaan benih lokal dan non-GMO, 9) pengolahan singkong dan tempe organik, 10) pengolahan dan pelestarian menu jaman dahulu, 11) edukasi hidup sehat, alami, dan hijau masing-masing 4,76%. Tingkat partisipasi yang telah dilakukan oleh anggota komunitas POJOG dalam pengelolaan lingkungan termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menggambarkan bahwa anggota komunitas tidak terlalu terlibat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pihak lain. Dari hasil analisis uji beda, diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan besarnya partisipasi anggota komunitas POJOG dalam melakukan pengelolaan lingkungan.
ABSTRACT The community of POJOG arose from the concern of increased consumption of factory and/or imported foods. Furthermore, POJOG is also an answer to the high costs of organic-labeled products in local supermarkets by providing a place for local organic producers to meet directly with end consumers. This process reduces the chain of commerce and subsequently decreases prices. The objectives of this study consisted of (1) establishing a written record of its establishment, (2) identifying the activities of its members in environmental management, and (3) analyzing the degree of its participation in environmental management as an entity. This study employed a census methodology on all active members of the POJOG community that consisted of 21 people. Each participant was given a questionnaire and in-depth interviews were administered to gain deeper and more complete information. The collected data were qualitatively and quantitatively analyzed. The qualitative analyses were conducted on the interview results, and the quantitative analyses using t-tests were performed to determine the member participations. The results showed that the POJOG community was founded in July 2014 and conceived from the initiatives of Primahesta, Tsalast, Lettusee, Janti Wignyopranoto, and Imam Hidayat in Yogyakarta. The initial acitivity was Pasar Sehat Ramadhan (Ramadan Health Market) that sold healthy, organic, and local products by farmers and producers from the Special Area of Yogyakarta. The types of activities related to environmental management that have been undertaken by POJOG members comprised 1) organic farming (61.90%), 2) small-scale farming (71.43%), 3) farm produce distribution (47.62%), 4) post-harvest processing (52.38%), 5) local foodstuff/product development (85.71%), 6) plastic diet/low plastic usage (61.60%), 7) domestic waste management (28.57%), and the last four points with 4,76% participation each 8) local and non-GMO seed uses, 9) organic tempe and cassava processing, 10) classic menu processing and conservation and, 11) healthy, natural, and green living education. The level of participation performed by POJOG members could be categorized moderate. This result indicates that they do not get actively involved with environmental management activities held by the government or other parties. The results also showed that there was no significant effect of educational levels on the amount of POJOG members� participation on environmental management.
Kata Kunci : Komunitas, POJOG, Partisipasi, Bentuk-bentuk partisipasi.