Laporkan Masalah

THE IMPACT OF THE ELECTRONIC PROCUREMENT SYSTEM ON PROCUREMENT OUTCOMES IN INDONESIA

JOKO HERATMO, Masanori Tsuruoka

2019 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini membandingkan hasil pengadaan barang/jasa pemerintah antara pengadaan yang menggunakan sistem secara full-electronic dan sistem secara semi-electronic. Hasil pengadaan yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah harga pemenang, jumlah peserta, dan probabilitas pemenang yang berasal dari luar provinsi. Sistem pengadaan secara semi-electronic adalah sistem yang digunakan dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dalam semua tahapannya menggunakan sistem online kecuali satu tahapan, yaitu pemasukan dokumen penawaran. Oleh sebab itu, penyedia barang/jasa diharuskan datang langsung ke kantor pemerintah untuk memasukkan dokumen penawaran. Sistem ini memungkinkan penyedia melakukan interaksi tatap muka antar sesama dalam proses penawaran. Dalam sistem pengadaan secara full-electronic, penyedia diharuskan memasukkan dokumen penawaran melalui sistem online sehingga interaksi tatap muka antar penyedia ditiadakan. Penelitian ini menggunakan data dari 34 Pemerintah Provinsi di Indonesia dari tahun 2009-2018. Dengan menggunakan Ordinary Least Square (OLS), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari sistem pengadaan secara full-electronic menurunkan biaya pengadaan sebesar 7.1% dan meningkatkan jumlah peserta pengadaan sebesar 138%. Akan tetapi, pengunaan sistem pengadaan secara full-electronic menurunkan probabilitas penyedia yang berasal dari luar provinsi untuk memenangkan lelang sebesar 36%. Kata Kunci: Sistem Pengadaan Secara Elektronik, Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Indonesia

This paper empirically compares procurement outcomes between a full electronic procurement system and a semi-electronic procurement system. The procurement outcomes considered here are the winning bid, the number of bidders, and the winning probability of outsiders. The semi-electronic procurement is the system that provides a process for procurement conducted via an online website except for bidding documents submission. As a result, firms go directly to the government office to submit the bid and thus, the semi-electronic procurement allows bidders to communicate with each other at the time of bidding. In the full electronic procurement system, the presence of face-to-face communication among firms is eliminated, and firms must submit bidding documents via the online system. The analysis uses a data set for 34 provincial governments for the years 2009-2018 in Indonesia. Using the Ordinary Least Square (OLS), this paper presents evidence that the implementation of a full electronic procurement system reduces procurement costs by approximately 7.1% and increases the number of bidders by 138%. However, the presence of online submission documents decreases the winning probability of outsiders by 36%. Keywords: Electronic Procurement System, Public Procurement, Indonesia

Kata Kunci : Electronic Procurement System, Public Procurement, Indonesia

  1. S2-2019-417138-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417138-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417138-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417138-title.pdf