Women, Agency, and Terrorism: A Study of the Experience of Terrorists' Wives in Indonesia
ERIN GAYATRI, Dr. M. Iqbal Ahnaf
2019 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYAStudi tentang perempuan dan terorisme pada konteks global sudah dimulai sejak tahun 1996. Akan tetapi isu tersebut masih terbilang cukup baru di Indonesia, terutama setelah keilutserataan beberapa perempuan dalam aktifitas terorisme bersama dengan suami mereka. Beberapa ilmuan menemukakan bahwa perempuan yang terlibat dalam sekular terorisme lebih merdeka daripada yang terlibat dalam terrorisme keagamaan. Peran permpuan dalam terorisme dibagi kedalam tiga bentuk yakni sebagai korban, asisten dan pelaku. Penelitian ini mengkaji istri-istri teroris di Indonesia. Hal ini berhubungan dengan pertanyaan pada mengapa perempuan teradikalisasi; bagaimana proses radikalisasi terhadap perempuan; dan apakah terorisme menindas perempuan. Dengan menggunakan pendekatan life history, proses pengumpulan data dilakukan di kabupaten Poso dan tiga lembaga pemasyarakatan perempuan di Palu, Tangerang dan Bandung selama dua bulan dimana ada tujuh orang istri teroris yang menjadi sumber data utama pada penelitian ini. mereka adalah perempuan yang mendukung suaminya dari rumah, perempuan yang ikut dan menemani suaminya di lapangan dan perempuan yang akan melakukan aksi bom bunuh diri. Penelitian ini menggunakan konsep dari Mia Bloom mengenai alasan atau faktor yang melatarbelakangi perempuan bergabung dalam aktifitas terorisme. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan konsep Agency dari Saba Mahmood untuk melihat emansipasi perempuan dalam kelompok terorisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan teradikalisasi dengan tiga alsan yakni hubungan, respek dan penebusan. Sementara itu, bentuk pernikahan juga mempengaruhi level peran perempuan dalam aktifitas terorisme. Penemuan penting lainnya adalah tidak ada perempuan yang menganggap diri mereka sebagai korban melainkan agen pada masing-masing level.
The issue of the involvement of women in terrorism at the global context have been studied since 1996. However, it is the new issue in Indonesia especially when women visibly join their husband in the field. Some scholars argued that women who involve in secular terrorism are more liberate than in religious terrorism, in which divided into three roles such as the victim, supporter, and agent. This research examines the wives of the terrorists in Indonesia. It links to the questions on why women are radicalized; how is the process of women radicalization; do terrorism oppressed women. By using the life history approach, process of collecting the data is conducted in Poso regency and three women prisons in Palu, Tangerang, and Bandung for two months, in which there have seven interviewees to be the primary data. They are women who supported their husband, women who accompany their husband in the field, and women who would do suicide bomb. This research uses Mia Bloom idea on the reason of the reason behind the involvement of women in terrorism and the concept of Agency and subjectivity by Saba Mahmood as the basic assumptions and tendencies in thinking about the emancipation of women in terrorism. This result of research showing that women are radicalized through three reasons, relationship, respect, and redemption. While the marriage pattern influences the level of women roles in terrorism. Then, another important result is no women perceived themselves as the victim instead of activating their agency in terrorism at their own level.
Kata Kunci : Radicalization, Terrorists' Wives, Inmates, Agency.