Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ideologi Pemuda
MUHAMMADH A FAISHOL, Prof. Dr. Sudjito, SH., M.Si.;Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPenelitian ini merupakan studi tentang peran GP Ansor dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan kaderisasi dan implikasinya terhadap ketahanan ideologi (Studi pada peran organisasi kepemudaan GP Ansor Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora, Jawa Tengah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran organisasi kepemudaan GP Ansor dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila dan untuk mengetahui implikasi peran organisasi kepemudaan GP Ansor dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila terhadap ketahanan ideologi di Kecamatan Blora Kota. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, kepustakaan, internet dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan di Kecamatan Blora Kota kepada responden dari anggota Ansor Banser inti berjumlah 9 (sembilan), meliputi pembina, ketua, dan anggota GP Ansor Blora Kota. Ditambah 3 responden tambahan dari orang tua pemuda, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Wawancara dilakukan dengan ke-12 (dua belas) informan berkaitan dengan peran organisasi kepemudaan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan ideologi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa GP Ansor Blora Kota dalam program kerja dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari telah mencerminkan nilai-nilai Pancasila, dimana pengamalan nilai sila pertama yang mengandung religiusitas, nilai sila kedua yang mengandung kemanusiaan, ketiga mengandung nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI, memperjuangkan sila ke-empat melalui politik kerakyatan dan demokrasi, dan sila terakhir yaitu sila yang mengandung nilai keadilan sosial. Adapun kendala yang dihadapi antara lain; kurangnya logistik dan pendanaan, tidak memiliki legitimasi struktural di masyarakat dan kurangnya pendalaman wawasan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan yang dilakukan seperti itu ternyata memberikan implikasi cukup baik bagi ketahanan ideologi pemuda. Berikut beberapa implikasi yang muncul: 1) Meningkatkan Keuletan Dalam Menangkal Ideologi Lain. 2) Kemampuan Mengembangkan Kekuatan Ideologi Bangsa Indonesia. 3) Kemampuan Untuk Menggalang dan Memelihara Persatuan dan Kesatuan Nasional. 4) Meningkatkan Kemampuan Implementatif Ideologi Melalui Pengamalan dan Penghayatan Nilainilai Pancasila. 5) Memperkuat Rasa Cinta Tanah Air.
This study was a study of the role of youth in the practicing Pancasila values, and their implications for ideological resilience (Study on the role of the youth organization GP Ansor Blora Kota District, Blora Regency, Central Java). The purpose of this study was to determine the role of GP Ansor youth organization in implementing Pancasila values and to find out the implications of the role of the youth organization GP Ansor in implementing Pancasila values towards ideological resilience in Blora Kota District. This research method uses descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, documentation, literature, internet and in-depth interviews. Observations were carried out in Blora Kota Subdistrict to 9 (nine) respondents from the Ansor Banser core, including coaches, leaders, and members of GP Ansor Blora Kota. Plus 3 additional respondents from parents, village heads, and community leaders. Interviews were conducted with the 12 (twelve) informants relating to the role of youth organizations in applying Pancasila values and their implications for the resilience of ideology. The results of this study can be concluded that GP Ansor Blora Kota in daily life has practiced Pancasila values, namely the practice of the first precepts containing religiosity, the second precept which contains humanity, the third contains the value of unity and national unity within the framework of the Republic of Indonesia, and fighting for the fourth principle through popular politics and democracy, and the last principle is sila which contains the value of social justice. The obstacles faced include; lack of logistics and funding, does not have structural legitimacy in the community and lack of deepening insight into the values of Pancasila. The practice carried out like that turned out to have quite good implications for the resilience of the youth ideology. Here are some implications that arise: 1) Increasing Tenacity in Counteracting Other Ideologies. 2) Ability to Develop Indonesian Nation's Ideological Strengths. 3) Ability to Raise and Maintain National Unity and Unity. 4) Improving the Implementative Ability of Ideology through Practicing and Living the Pancasila Values. 5) Strengthening the Love of the Motherland.
Kata Kunci : Kata Kunci: Pemuda, GP Ansor, Nilai-nilai Pancasila, Ketahanan Ideologi. Keywords: Youth, Practice, GP Ansor, Ideological Resilience, Pancasila Values