Laporkan Masalah

Pelayanan Kefarmasian di Rumah (Home Pharmaceutical Care) bagi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

NUR RASDIANAH, Prof. Dr. Suwaldi Martodihardjo, M.Sc.,Apt.; Dr. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.,Apt.;Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc.,Apt.

2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU FARMASI

Penelitian ini merupakan pengembangan suatu bentuk intervensi berupa pelayanan kefarmasian di rumah. Tujuan penelitian ini untuk membuat pedoman pelayanan kefarmasian di rumah yang dapat digunakan oleh apoteker dan mengetahui dampak penerapannya bagi pasien diabetes tipe 2 terhadap pengetahuan, kepatuhan pengobatan, kepuasan terapi dan luaran klinik Penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Penelitian tahap 1, identifikasi masalah/hambatan yang dialami pasien dalam pengobatan diabetes melitus dengan rancangan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Total partisipan 239 pasien diabetes melitus tipe 2 dari 18 Puskesmas di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada bulan September 2015-Februari 2017. Tahap 2, pengembangan pendoman dengan mengkompilasi hasil studi pustaka dengan hasil penelitian tahap 1, kemudian di review lima orang penilai. Rancangan Pedoman di uji coba menggunakan quasi experimental study dengan rancangan one group pretest-posttest design pada 37 pasien dari dua puskesmas dengan 3 kali kunjungan selama 2 bulan (Maret Mei 2017). Tahap 3, penerapan pedoman menggunakan experimental study dengan rancangan Pretest-postest control group design pada 94 pasien yang berasal dari 5 puskesmas, pada bulan Juli 2017 Agustus 2018. Partisipan dibagi dalam kelompok pelayanan standar (n=47) dan kelompok yang diintervensi Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Rumah yang dilakukan sebanyak 4 kali dalam waktu 3 bulan. Instrmen penelitian terdiri dari lembar penilaian kesehatan; lembar kebutuhan informasi; kuesioner pengetahuan (DKQ-24); kepatuhan (MMAS-8) dan metode pill count; kepuasan terapi (DMSAT); lembar validasi ahli; Pedoman pelayanan kefarmasian di rumah. Data dianalisis secara deskriptif, bivariabel, multivariabel dan repeated measure. Hasil identifikasi masalah dalam pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 yaitu faktor pasien, faktor terkait obat, dan faktor terkait kondisi klinis. Pedoman yang disusun merupakan buku yang berisi panduan pelayanan kefarmasian di rumah bagi pasien diabetes melitus tipe 2 yang dilengkapi dengan buku dan brosur edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pedoman menunjukkan peningkatan yang bermakna (p < 0,05) secara statistik terhadap pengetahuan, kepatuhan, kepuasan terapi dan luaran klinik, HbA1c dan kadar gula darah puasa. Hasil uji ANCOVA dengan variabel kovarian baseline DKQ-24, MMAS-8, metode Pill Count, DMSAT, HbA1c dan kadar gula darah puasa (GDP) menunjukkan ada perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Rumah dapat diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang diabetes, kepatuhan pengobatan, kepuasan terapi dan luaran klinik.

This research is the development of a form of intervention in the form of pharmacy services at home. The purpose of this study is to create guidelines for pharmacy services at home that can be used by pharmacists and determine the impact of their application for patients with type 2 diabetes on knowledge, medication adherence, treatment satisfaction, and clinical outcomes.This research consists of three stages. Phase 1 research identify problems/obstacles experienced by patients in the treatment of diabetes mellitus with quantitative and qualitative descriptive designs. A total of 239 participants with type 2 diabetes mellitus from 18 Puskesmas in the Daerah Istimewa Yogyakarta, in September 2015-February 2017. Phase 2, the development of guidelines by compiling the results of the literature study with the results of phase 1 research, then reviewed by five assessors. The guideline draft was tested using quasi-experimental analysis with a one-group pretest-posttest design in 37 patients from two puskesmas with three visits for two months (March-Mayay 2017). Phase 3, the application of the guideline used an experimental study with a Pretest-posttest control group design for 94 patients from 5 Puskesmas, in July 2017 - August 2018. Participants divided into standard service groups (n = 47) and those intervened by the Guidelines Home Pharmaceutical Care is carried out four times in 3 months. The research instrument consisted of a health assessment sheet; information needs layer; knowledge questionnaire (DKQ-24); adherence questionnaire (MMAS-8) and pill count methods; therapeutic satisfaction questionnaire (DMSAT); expert validation sheet; guidelines for home pharmaceutical care. The data are presented clearly with analytical methods using bivariable, multivariable, and repeated measurements. The results of the identification of problems in treatment in patients with type 2 diabetes mellitus are patient factors, drug-related factors, and factors related to clinical conditions. The guidelines compiled are books that contain instructions for pharmacy services at home for patients with type 2 diabetes mellitus that equipped with books and educational brochures. The results showed that the application of the guidelines showed a statistically significant increase (p <0.05) of knowledge, compliance, therapy satisfaction and clinical outcomes, HbA1c, and fasting blood sugar levels. ANCOVA test results with DKQ-24 MMAS-8, Pill Count, DMSAT, HbA1c, and fasting blood sugar (GDP) levels baseline covariance variables, are known to be differences between the control group and the intervention group. The Home Pharmaceutical Care Guidelines can be applied to increase knowledge about diabetes, medication adherence, therapeutic satisfaction, and clinical outcomes.

Kata Kunci : Type 2 diabetes mellitus, guidelines of home pharmaceutical care, patient knowledge, adherence, therapeutic satisfaction, and clinical outcome.

  1. S3-2019-373658-abstract.pdf  
  2. S3-2019-373658-bibliography.pdf  
  3. S3-2019-373658-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2019-373658-title.pdf