Laporkan Masalah

Determinan Depresi pada Pekerja Perempuan di Wilayah Perkotaan di Indonesia: Analisis IFLS 5

DESLANI KHAIRUN N, Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan tingginya prevalensi depresi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki, baik di tingkat global maupun di Indonesia. Beberapa teori dan studi terdahulu menyebutkan bahwa determinan depresi antara lain jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga dan sosial, status pernikahan dan kehamilan, migrasi, jam kerja dan migrasi. Depresi pada pekerja dihubungkan dengan cuti sakit jangka panjang, penurunan produktivitas dan peningkatan biaya perawatan. Tujuan: Mengidentifikasi determinan depresi pada pekerja perempuan di wilayah perkotaan Indonesia berdasarkan data IFLS 5. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS 5). Rancangan data yang digunakan adalah cross sectional survey. Populasi penelitian adalah semua pekerja perempuan di Indonesia yang berdasarkan IFLS 5 populasi tersebut tersebar di 13 provinsi di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja perempuan berusia 18 tahun ke atas di wilayah perkotaan di Indonesia dengan jumlah sampel 3.791 responden. Instrumen variabel depresi yang digunakan dalam IFLS 5 diambil dari kuesioner Center for Epidemiological Studies Depression Scale (CES-D 10). Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat yang diolah dengan perangkat lunak STATA versi 13. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa prevalensi depresi pada pekerja perempuan di wilayah perkotaan Indonesia adalah 24,35% (n = 923). Variabel yang berhasil diidentifikasi sebagai determinan depresi adalah usia, pendidikan dan status pernikahan. Penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan antara variabel status pekerjaan (pegawai negeri/pegawai swasta), kontrak kerja, jam kerja, pekerjaan sampingan, status kehamilan, dan migrasi dengan depresi pada pekerja perempuan di wilayah perkotaan di Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara usia, kontrak kerja, jam kerja, dan status pernikahan dengan depresi pada pekerja perempuan di wilayah perkotaan di Indonesia.

Background: Previous studies have shown high prevalence of depression in women compared to men, both at the global level and Indonesia. Some previous theories and studies mention the determinants of depression including gender, age, education level, employment, family and social support, marital status and pregnancy, migration, long working hours and migration history. Depression in workers is associated with long-term sick leave, decreased productivity and increased maintenance costs. Objective: To identify determinants of depression in working women in urban areas of Indonesia based on IFLS5 data. Method: This study is a quantitative study using secondary data Indonesian Family Life Survey (IFLS 5). This study design is cross-sectional survey. The study population was all women working in Indonesia based on IFLS 5 who spread in 13 provinces in Indonesia. The sample were 18 years and older working women in urban areas in Indonesia with number of sample is 3.791 respondents. For depression instrument were taken from the Center for Epidemiological Studies Depression Scale Questionnaire (CES-D 10). The statistical analysis are univariate, bivariate and multivariate which will be processed with STATA version 13. Result: The results of the study found that the prevalence of depression in working women in the Indonesian urban area was 24.35% (n = 923). Variables that were identified as determinants of depression were age, education level and marital status. This study found no relationship between employment status variables (civil servants/private employees), employment contract, working hours, multiple jobs, pregancy status, and migration to depression in women workers in urban areas in Indonesia. Conclusion: This study found a significant relationship between age, education level and marital status of depression in women working in urban areas in Indonesia.

Kata Kunci : determinan depresi, depresi pada perempuan, pekerja perempuan, wilayah perkotaan

  1. S2-2019-320333-abstract.pdf  
  2. S2-2019-320333-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-320333-title.pdf