DAYA ANTIADHESI EKSTRAK KULIT NANAS TERHADAP BAKTERI Streptococcus sanguinis ATCC 10556 IN VITRO
Novela Ayu Riceni, drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D ; drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIStreptococcus sanguinis merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai primary colonizer pada proses pembentukan plak gigi. Kulit nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki berbagai kandungan yang kemungkinan dapat mempengaruhi kemampuan adhesi dari bakteri S. sanguinis, yaitu flavonoid, tanin dan enzim bromelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antiadhesi ekstrak kulit nanas terhadap bakteri S. sanguinis ATCC 10556. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah microplate colorimetric assay dengan pewarna kristal violet. Sumuran microplate diisi dengan ekstrak kulit nanas, akuades dan klorheksidin glukonat dengan penambahan BHI serta 10 mikroliter suspensi bakteri (1,5 x 106 CFU/ml) yang kemudian diinkubasi selama 18 jam pada suhu 37oC. Persentase penghambatan adhesi dari bakteri S. sanguinis dihitung dari optical density yang diukur menggunakan microplate reader pada lambda 540 nm. Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase penghambatan adhesi S. sanguinis ATCC 10556 antar kelompok (p<0,05). Pada hasil uji Tukey HSD terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak kulit nanas konsentrasi 3,125% dibanding ekstrak kulit nanas konsentrasi 1,56% dan 0,78%. Ekstrak kulit nanas konsentrasi 3,125% dan klorheksidin glukonat tidak memiliki perbedaan persentase penghambatan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit nanas dapat menurunkan kemampuan adhesi S. sanguinis ATCC 10556. Ekstrak kulit nanas konsentrasi 3,125% memiliki efektivitas yang setara dengan klorheksidin glukonat dalam menghambat kemampuan adhesi S. sanguinis ATCC 10556.
Streptococcus sanguinis is a microorganism that plays a role as primary colonizer in the formation process of dental plaque. Pineapple peel (Ananas comosus (L.) Merr.) contains various components which likely influence S. sanguinis adhesion ability, such as flavonoids, tannin and bromelain enzyme. The aim of this research was to know the antiadhesion effect of pineapple peel extract towards S. sanguinis ATCC 10556. This research used colorimetric microplate assay along with crystal violet coloration as a method. The microplate wells were filled with pineapple peel extract, distilled water, chlorhexidine gluconate and then added with BHI and 10 microliter bacterial suspension (1,5 x 106 CFU/ml) in which after that they were incubated for 18 hours at 37oC. Adhesion inhibition percentage of S. sanguinis was calculated from optical density result which measured using microplate reader at lambda 540 nm. The result of One-way ANOVA test showed that there was significant difference in the percentage of S. sanguinis ATCC 10556 adhesion inhibition among groups (p<0.05). The result of Tukey HSD test showed that there was significant difference between 3.125% pineapple peel extract compared to 1.56% and 0.78% pineapple peel extract. 3.125% pineapple peel extract and chlorhexidine gluconate did not have significant difference in the percentage of inhibition (p>0.05). Thus, this research concluded that pineapple peel extract decrease the adhesion ability of S. sanguinis ATCC 10556. In addition, 3.125% pineapple peel extract has an equal effectiveness with chlorhexidine gluconate in inhibiting S. sanguinis ATCC 10556 adhesion.
Kata Kunci : S. sanguinis ATCC 10556, pineapple peel extract, bacterial adhesion