Laporkan Masalah

Analisis Tingkat Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Industri Manufaktur)

REVMIANSON NAIBAHO, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA.

2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan- Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi pada industri manufaktur dan membandingkan antar-sektornya serta menguji dan menganalisis pengaruhnya terhadap nilai perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode Penelitian - Peneliti melakukan penelitian pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan teknik analisis konten dan melakukan uji analisis regresi linear berganda. Teknik analisis konten digunakan untuk mengetahui tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan uji analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh di antara tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib pada industri manufaktur sebesar 77,87%, yang bersifat sukarela sebesar 58,28%, dan bersifat keseluruhan (oscore) sebesar 68,46%. Berdasarkan kepatuhan tingkat pengungkapan menurut Samaha dan Stapleton (2008), tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat wajib dan keseluruhan termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan sedang dan tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi yang bersifat sukarela termasuk ke dalam kategori tingkat kepatuhan rendah. Peneliti juga menemukan hubungan positif di antara keempat model yang digunakan untuk menguji tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan nilai perusahaan. Originalitas - Penelitian ini menganalisis tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dengan menggunakan analisis konten dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan karena belum terdapat penelitian yang menggunakan analisis konten tingkat pengungkapan transaksi pihak berelasi dan menguji pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.

Objective - This research aims to describe the disclosure level of related-party-transactions in manufacturing industry, to make inter-sector comparison and to test then to analyze the effects on firm value in manufacturing industry which listed on Indonesia Stock Exchange. Method - The researcher conducted this research in the manufacturing industry listed on Indonesia Stock Exchange by using content analysis techniques and did a multiple linear regression analysis test. The content analysis technique was used to determine the disclosure level of related party transactions and the multiple linear regression analysis test was used to determine the effect between the level of disclosure of related party transactions to firm value. Results - The results show that the average level of mandatory disclosure of related party transactions in the manufacturing industry is 77.87%, voluntary is 58.28%, and overall (oscore) is 68.46%. Based on Samaha and Stapleton's (2008) compliance level of disclosure, the mandatory and overall disclosure levels of related party transactions fall within the moderate level of compliance and the level of disclosure of related party transaction which is voluntary included in the category of low level of compliance. The researcher also finds a positive relationship between the four models which is used to test the level of disclosure of related party transactions to firm value. Originality - This research analyzes the disclosure level of related party transactions using a content analysis and tests its effects on the firm value since there is no research of this topic that uses content analysis to determine the disclosure level of related party transaction and to test its effects on firm value.

Kata Kunci : Tingkat Pengungkapan, Transaksi Pihak Berelasi, Nilai Perusahaan.

  1. S2-2019-417083-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417083-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417083-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417083-title.pdf