PELATIHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DESA DI DAERAH RAWAN BENCANA GUNUNG BERAPI KABUPATEN BANYUMAS
RIDLWAN KAMALUDDIN, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., Ph.D.; Syahirul Alim, S.Kp., MSc., ,Ph.D
2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATANIndonesia merupakan salah satu negara rawan bencana yang disebabkan oleh kondisi geologis, geografis, demografis maupun sosiologisnya. Kader kesehatan desa merupakan salah satu komponen pemberdayaan masyarakat desa di bidang kesiapsiagaan bencana dalam rangka mewujudkan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman kader kesehatan desa dalam pengurangan risiko bencana; mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan kader kesehatan desa dan pelatihan yang dibutuhkan; menghasilkan instrumen pengetahuan kader kesehatan serta mengevaluasi pelatihan dalam peningkatan kapasitas kader kesehatan desa di daerah rawan bencana gunung berapi Kabupaten Banyumas. Peneliti menggunakan desain mixed method. Populasi dalam penelitian ini adalah kader kesehatan desa di kawasan rawan bencana Gunung Slamet yaitu sebanyak 9 desa. Sampel penelitian kualitatif berjumlah 10 orang, sedangkan sampel penelitian kuantitatif sebanyak 32 orang untuk kelompok intervensi dan 32 orang kelompok kontrol. Tahap kualitatif dilakukan eksplorasi pengalaman kader dalam pengurangan risiko bencana dengan wawancara mendalam dan FGD yang kemudian dianalisis dengan teknik content analysis. Hasilnya digunakan untuk menyusun instrumen dan analisis kebutuhan pelatihan. Tahap selanjutnya adalah penelitian kuantitatif dengan quasi eksperiment non equivalent pre and post test group with control design. Penelitian tahap pertama menghasilkan 6 tema 1) Perasaan kader saat terjadi tanda-tanda erupsi gunung berapi, 2) Kegiatan kebencanaan yang pernah diikuti oleh kader kesehatan, 3) Kegiatan yang sudah dilakukan kader kesehatan dalam pengurangan risiko bencana, 4) Keterampilan yang dibutuhkan kader kesehatan dalam pengurangan risiko bencana, 5) Belum adanya pelatihan kebencanaan khusus untuk kader kesehatan, 6) Adanya bias gender dalam penanganan bencana. Hasil penelitian tahap kedua adalah adanya peningkatan pengetahuan (p<0.05) dan keterampilan kader kesehatan (p<0.05) dalam pengurangan risiko bencana. Adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi kader kesehatan desa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengurangan risiko bencana. Kader kesehatan selama ini mempunyai beban dan tugas yang banyak, sehingga dibutuhkan kader kesehatan khusus dalam pengurangan risiko bencana yang disebut kader kesehatan siaga bencana (KASTANA).
Indonesia is one of prone disasters country caused by geological, geographic, demographic or sociological issue. Village health volunteers is one of the empowerment of rural communities component specially regarding disaster preparedness in order to create Community-Based Disaster Risk Reduction (CBDRR). This study aims to identify the village health volunteers experience in disaster risk reduction; identify the knowledge, the need of skills and training for village health volunteers; produce an instrument of knowledge and evaluate the training to increase village health volunteers capacity in areas which prone to volcanic eruptions in Banyumas regency. Researchers used a mixed method research design. The population in this study is the village health volunteers in disaster-prone areas of Mount Slamet as many as 9 villages. Qualitative research sample of 10 people, while the quantitative study sample as many as 32 people for the intervention group and 32 controls. Qualitative study was conducted to explore the experience of village health volunteers in disaster risk reduction with in-depth interviews and group discussions, then analyzed by using content analysis. The results are used to develop instruments and analysis regarding training needs. The next stage is a quantitative study with non equivalent quasi experimental pre and post test design with control group. The first phase of the research resulted in six theme 1) volunteers feeling during a volcanic eruption, 2) The disaster mitigation activity which have been followed by health volunteers, 3) The activities that have been done by the health villagers volunteers for disaster risk reduction, 4) The skills needed by the village health volunteers for the disaster risk reduction, 5) The absence of a special disaster training for health cadres, 6) The existence of a gender bias in the handling of the disaster. The results of the second phase of research is the increased knowledge (p <0.05), and the skills of village health volunteers (P <0.05) regarding disaster risk reduction. Disaster preparedness training for village health volunteers could improve the knowledge and skills of volunteers in disaster risk reduction. Village health volunteers has endure difficult task and duty, so special health volunteers in disaster risk reduction, called cadres of disaster preparedness (KASTANA) is needed.
Kata Kunci : kader kesehatan desa, pelatihan, pengurangan risiko bencana, komunitas, villages health cadre, training, disaster risk reduction, community