PERILAKU PEMANFAATAN RUANG OLEH MASYARAKAT DUSUN BAMBALER, KABUPATEN BARITO SELATAN , PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
YANESAR HAWILEY, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., Ph.D.;Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi
2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTABentuk perilaku masyarakat terhadap ruang merupakan sebuah hasil dari kemampuan manusia dalam mempersepsikan lingkungan. Kemampuan mempersepsikan lingkungan merupakan bentuk manifestasi dari pada norma, kebiasaan, kebudayaan serta kondisi fisik lingkungan pada suatu tempat yang selanjutnya membentuk perilaku yang spesifik dari masyarakat terhadap ruang sebagai bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungan dengan beragam motif. Di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Selatan, tepatnya pada sebuah kawasan lingkungan permukiman yang bernama Dusun Bambaler terdapat perilaku pemanfaatan ruang yang unik sebagai bentuk interaksi masyarakat setempat dengan seting lingkungan permukimannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang dianalisis secara induktif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara tidak terstruktur serta triangulasi. Pertanyaan penelitian ini adalah "bagaimana perilaku masyarakat dalam memanfaatkan ruang pada permukiman dengan sungai dan bantaran sungai sebagai sistem seting fisiknya ?". Adapun tujuan dari penelitian ini adalah "mendeskripsikan bentuk perilaku masyarakat di Dusun Bambaler, Kabupaten Barito Selatan". Temuan penelitian ini adalah perilaku pemanfaatan ruang di Dusun Bambaler membentuk konsep keragaman nilai ruang sungei sebagai pusat kehidupan masyarakat Dusun Bambaler, lanting sebagai seting aktivitas di lingkungan perairan serta elemen penunjang aktivitas malauk, nilai tradisi yang membatasi perilaku meruang nelayan, daratan sebagai alternatif baru lokasi bermukim dan keragaman nilai ruang teteyan, area sekolah dan lapangan sepak bola di lingkungan permukiman darat sebagai seting aktivitas sosial dan ekonomi. Sungai menjadi pusat kehidupan masyarakat Dusun Bambaler sebagai ruang perilaku. Lanting merupakan media atau ruang perilaku di lingkungan perairan yang bersifat privat dengan ciri pemanfaatan yang terpusat di area lanting. Adanya pertambahan anggota keluarga membentuk lingkungan permukiman daratan yang selanjutnya menghadirkan elemen teteyan, lapangan sepak bola dan area sekolah sebagai ruang yang memiliki keragaman makna dan manfaat bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara itu, keberadaan sistem tata kelola sungei sebagai nilai tradisi menjadi pedoman oleh nelayan Dusun Bambaler dalam berperilaku disetiap aktivitas menangkap ikan.
Forms of the behavior of the community denotes as a result of the human's ability in the perceived environment. Ability of perceived environment depicts manifestation from norms, habit, culture and physical condition of the environment in one place which it forms the specific behavior of the community as an interaction between human and the environment with various motives. In Central Borneo Province, South Barito Regency, there is a residential neighborhood called the Bambaler Village that has a unique spatial use of behavior as a form of interaction of the local community with the setting of its residential environment. This research was an exploratory study that analyzed inductively. Data collection used interviews, observation, and triangulation. The research question was "what is the behavior of the community in utilizing space in settlements with rivers and riverbanks as a physical setting system ?" and the purpose of the research was to describe forms of behavior of the community in Bambaler village, South Barito Regency, Central Borneo Province. These research findings were behavior of space constructed concept that consist of the diversity of sungei space values as the center of the society's life in Bambaler village, lanting as a setting of activities in the aquatic environment and supporting elements of malauk activity, traditional values that restrict the behavior of the fishermen, the land as a new alternative to the location of residence and the diversity of space value of teteyan , school areas and football ground in the land settlement as a setting of social and economic activities. The river is the center of life of the community and as the behavior space. Lanting is a medium or a space of behavior in aquatic environments with the characteristic of centralized use in the lanting area. The expansion of family members forms the land residential environment. Meanwhile, the residential element consists of teteyan, football ground and school areas as spaces that have a variety of meanings and benefits of the social and economic activities. The existence of the sungei governance system as a traditional value is a guideline for the fisherman in each catching fish activity.
Kata Kunci : Perilaku, Lingkungan Permukiman, Pemanfaatan Ruang, Dusun Bambaler, Kabupaten Barito Selatan/Behavior, Settlement Environment, Spatial Use, Bambaler Village , South Barito Regency